Probolinggo, Patrolipos
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional/Internasional dari Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII DALWA) telah mengadakan kegiatan kolaborasi dengan Pemerintah Desa Tandonsentul, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perkembangan desa melalui berbagai program yang melibatkan mahasiswa KKN dan perangkat desa setempat. Senin (23/09/24)

Perwakilan dari UII DALWA, Ahmad Bustomi Ruhiyat, menyampaikan bahwa program KKN ini dirancang tidak hanya untuk membantu desa dalam berbagai aspek pembangunan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat. “KKN ini adalah wujud nyata dari tri dharma perguruan tinggi, di mana kami sebagai mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga berperan langsung dalam membangun masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa Tandonsentul ini merupakan langkah kami untuk mendukung program-program yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Ahmad Bustomi.
Kegiatan kolaborasi ini melibatkan berbagai program yang menyasar aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi desa. Salah satu fokus utama adalah pengembangan potensi sumber daya lokal, seperti pertanian dan UMKM, yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan penyuluhan terkait kesehatan, lingkungan, dan teknologi sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat desa.
“Kami sangat antusias untuk berbagi ilmu dan pengetahuan yang kami dapat di bangku kuliah kepada masyarakat. Kami berharap melalui program KKN ini, kami bisa berkontribusi dalam mempercepat pembangunan desa, terutama di sektor yang memerlukan perhatian lebih,” tambah Ahmad Bustomi.
Sementara itu, Kepala Desa Tandonsentul, H. Sukri, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN dari UII DALWA memberikan dampak positif bagi perkembangan desa. “Kami sangat mengapresiasi program KKN ini. Mahasiswa-mahasiswa ini tidak hanya membantu kami dalam hal fisik, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada warga, terutama dalam bidang teknologi dan inovasi,” ujar H. Sukri.
H. Sukri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa dalam membangun desa yang lebih maju. “Sinergi antara pihak universitas dan desa seperti ini sangat penting. Kita bisa saling belajar dan bertukar pengalaman. Kami, sebagai pemerintah desa, berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin menguatkan peran mahasiswa dalam pembangunan desa,” tambahnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, baik pihak desa maupun mahasiswa KKN berharap Desa Tandonsentul dapat semakin berkembang dan menjadi lebih mandiri. Program-program yang dijalankan bersama diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan.
Ahmad Bustomi juga menyatakan bahwa program KKN ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa. “Kami belajar banyak dari masyarakat, mulai dari kearifan lokal hingga tantangan yang dihadapi desa. Ini adalah pengalaman berharga yang tidak bisa kami dapatkan di ruang kuliah,” katanya.
Kepala Desa H. Sukri menutup dengan harapan bahwa kegiatan KKN ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. “Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Lumbang. Kami yakin, dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.
Kolaborasi KKN Nasional/Internasional UII DALWA dengan Desa Tandonsentul adalah bukti bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah desa mampu menghasilkan perubahan positif dan berkelanjutan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat setempat.
Reporter : Sayful
Editor : Hermawan
