PROBOLINGGO, PATROLI POS
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, dalam rangka penguatan peran strategis pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, dan penguatan nilai kebangsaan.
Kunjungan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris Damanhuri Romli, Pengasuh PP Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakil Alallah, Staf Khusus dan pejabat Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo menyampaikan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam pembangunan karakter masyarakat.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga membentuk akhlak, keilmuan, dan semangat kebangsaan. Santri adalah generasi istimewa yang harus terus dijaga nilai-nilainya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama, termasuk dalam peningkatan kesejahteraan guru ngaji melalui program insentif.
Saat ini, Kabupaten Probolinggo memiliki lebih dari 300 pondok pesantren dan ribuan madrasah diniyah, yang menjadi salah satu basis pendidikan keagamaan terbesar di daerah.
Sementara itu, Pengasuh PP Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakil Alallah menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama merupakan kehormatan dan anugerah bagi keluarga besar pesantren.
“Ini adalah nikmat yang patut kita syukuri. Kehadiran Menteri Agama memberikan motivasi bagi kami untuk terus mengabdi di bidang pendidikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa PP Zainul Hasan Genggong yang didirikan pada tahun 1839 oleh KH. Zainal Abidin kini telah berkembang pesat dengan berbagai lembaga pendidikan formal dan nonformal. Saat ini, pesantren menaungi 22 lembaga formal dan 12 lembaga nonformal, dengan jumlah santri mencapai sekitar 12.400 orang.
Lembaga pendidikan tersebut mencakup madrasah diniyah formal, Ma’had Aly, pendidikan umum, hingga perguruan tinggi melalui Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) dengan berbagai program studi, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi digital, dan informatika.
Dalam arahannya, Menteri Agama menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban bangsa.
“Pesantren merupakan pusat pembinaan spiritual dan keilmuan. Dari pesantren lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tegasnya.
Menag juga mengajak pesantren untuk terus menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai akhlak, serta memperkuat peran dalam menjawab tantangan zaman.
Ia menambahkan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan pesantren pada hakikatnya memiliki kesamaan nilai dengan madrasah, yakni membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama juga mendoakan para pengasuh pesantren agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Pengasuh PP Zainul Hasan Genggong dan Bupati Probolinggo kepada Menteri Agama sebagai simbol sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan keagamaan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing, serta meneguhkan pesantren sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (Mp/Red**).
