PROBOLINGGO, PATROLI POS
Perbedaan keyakinan tak menjadi penghalang untuk menebar kebaikan. Semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama bersemi indah di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, saat seorang warga beragama Kristen, Edi Ningtyas, secara tulus menyerahkan sebidang tanahnya untuk kepentingan masjid.
Lahan seluas 155 meter persegi yang berada di Dusun Pasar RT.008 RW.003—tepat berdampingan dengan Masjid Besar Raudhotut Thohirin—resmi diwakafkan. Ikrar wakaf berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan di kediaman Edi Ningtyas pada Selasa (13/10/2026) pagi.
Prosesi ikrar dipandu langsung oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Paiton, Fauzan, S.Sos.I., M.Pd. Sementara penyerahan amanah pengelolaan aset diterima oleh Ketua Nazhir Masjid Besar Raudhotut Thohirin, Zuber Abdullah.
Tamparan Manis Bagi Nilai Toleransi
Dalam sambutannya, Fauzan mengapresiasi tinggi kerelaan Edi Ningtyas. Menurutnya, tindakan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial mampu melampaui batasan teologis.
“Ini satu bukti nyata kerukunan umat beragama: berbeda keyakinan, satu kepedulian. Selaku PPAIW, saya sangat mengapresiasi Ibu Edi yang telah mewakafkan tanahnya kepada masjid. Semoga amalnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Fauzan.
Ia menegaskan, perbuatan baik adalah inti dari ajaran beragama itu sendiri. Momen ini sekaligus menjadi gambaran penting bagi umat Islam tentang arti mendalam menjaga kerukunan antarlini masyarakat.
“Jujur, harapan kami peristiwa ini bisa menjadi ketuk tular—menjadi inspirasi yang menular bagi masyarakat luas untuk terus merawat persaudaraan di tengah keberagaman,” tambahnya.
Amanah Besar Pengelola Masjid
Rasa haru dan terima kasih mendalam turut disampaikan oleh Zuber Abdullah selaku Ketua Nazhir Wakaf. Ia berkomitmen untuk menjaga dan mengelola tanah hibah tersebut sebaik-baiknya demi kemaslahatan jamaah.
“Atas nama pengurus nazhir, kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga. Ini amanah besar bagi kami dalam mengelola aset Masjid Raudhotut Thohirin. Kami juga berterima kasih kepada pihak PPAIW KUA Paiton yang memfasilitasi legalitas ikrar wakaf ini,” tutur Zuber.
Pesan Kedamaian dari Paiton
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh anggota nazhir, Nurul Huda, menghadirkan suasana hening dan penuh keakraban di antara warga yang hadir.
Aksi nyata Edi Ningtyas membawa pesan sederhana namun berbekas mendalam: keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekayaan sosial. Dari sudut Desa Sukodadi, sebuah teladan lahir—bahwa ketika kepedulian berbicara, sekat perbedaan seketika sirna. (Ari Bejjo).
