PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Nurul Qodim melakukan terobosan penting dalam memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus tradisi literasi akademik. Langkah ini diwujudkan melalui agenda studi tiru ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang digelar di Ruang Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo pada Jumat (22/5/2026).
Mengangkat tema utama “Pengelolaan Administrasi Lembaga Madrasah Diniyah Formal”, kegiatan strategis ini dirancang sebagai wadah akselerasi mutu tata kelola serta peningkatan disiplin administrasi pada ekosistem pendidikan pesantren. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Probolinggo, Samsul Huda, bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori.
Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Ansori mengupas tuntas kerangka regulasi yang memayungi Pendidikan Diniyah Formal (PDF), tata kelola manajemen modern, hingga optimalisasi akses pencapaian prestasi bagi para santri. Ia menggarisbawahi bahwa lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren merupakan wujud rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi mutlak dari negara terhadap eksistensi pesantren, termasuk satuan pendidikan formal di bawahnya seperti PKPPS, PDF, dan SPM.
Kendati demikian, Ansori mengingatkan bahwa pengakuan hukum ini harus dibarengi dengan kesiapan internal pesantren dalam mengadopsi sistem manajemen modern tanpa mencabut akar nilai-nilai salafiyah.
“Pesantren memikul kekuatan luar biasa dalam mengonstruksi karakter dan peradaban bangsa. Oleh sebab itu, tata kelola yang akuntabel dan tertib harus diinternalisasi sebagai budaya lembaga agar senantiasa adaptif menjawab dinamika zaman,” tutur Kasi PD Pontren dalam forum tersebut.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari Kabag Kesra Pemkab Probolinggo, Samsul Huda. Dirinya memuji komitmen serta konsistensi PDF Nurul Qodim dalam mengawal mutu pendidikan Islam informal menjadi kian terstruktur dan profesional. Menurutnya, sinergi kelembagaan seperti ini esensial demi melahirkan generasi masa depan yang kokoh secara intelektual sekaligus anggun dalam akhlakul karimah.
Momentum studi tiru ini juga ditandai dengan penyerahan cenderamata kepada Pemkab dan Kemenag Probolinggo sebagai simbol kemitraan strategis. Menariknya, Kepala PDF Nurul Qodim, Abdul Wahid, memanfaatkan ruang ini untuk menyerahkan tiga buah buku karya tulis ilmiah orisinal besutan para santri. Penyerahan tersebut menjadi bukti nyata bahwa geliat literasi akademik kini tumbuh subur di dalam bilik pesantren.
Adapun ketiga buku hasil riset santri tersebut meliputi:
Fiqih Zakat Pesantren: Telaah mendalam seputar fikih zakat maal dan fitrah berbasis khazanah kitab kuning (kutub al-mu’tabarah) yang dikontekstualisasikan dengan problematika sosial kontemporer.
Kurban dalam Kacamata Pesantren: Panduan komprehensif tata cara ibadah kurban yang memadukan aspek fiqih praktis dengan refleksi spiritual khas kaum sarungan.
Fikih Pesantren Kewanitaan: Rekonstruksi hukum-hukum kewanitaan dari sudut pandang fikih pesantren yang sangat relevan bagi kehidupan santriwati serta masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan studi tiru dan penyerahan karya ilmiah ini, PDF Nurul Qodim bersama instansi terkait berharap dapat meletakkan batu pijakan baru bagi tata kelola madrasah yang lebih tertib, profesional, dan berorientasi jangka panjang pada mutu layanan pendidikan diniyah formal. (Mp/Red**).
