Probolinggo, Patrolipos
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya Dalam Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) melaksanakan sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang disulap menjadi lilin aromaterapi. Dan Pembuatan Filter Air Sederhana. Sosialisasi ini berhasil dilaksanakan di Pendopo Kantor Desa Muneng Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Minggu (30/07/23)

Dalam Kegiatan Tersebut Di hadiri Oleh Sekertaris Desa Muneng. Tohar, Babinkamtibmas Desa Muneng. Bripka Agus Setiawan, Ibu ibu PKK, Perangkat Desa Serta Yang Hadir lainnya.
Dalam Pantauan Awak Media Dilokasi Mahasiswa KKN Brawijaya. Puspita Ratih Mempraktekan pembuatan Filter Air Sederhana. Yang Artinya Air Kotor Bisa Jadi air Bersih.
Setelah itu Dilanjutkan Dengan Mahasiswa KKN Brawijaya. Dhega Alieffiandra Herman. Untuk pembuatan lilin aromaterapi dilakukan. Sosialisasi diawali dengan menjelaskan pengertian dari limbah minyak jelantah yang dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai dampak negatif minyak jelantah jika digunakan secara berulang-ulang. Lalu, diakhiri dengan penyampaian informasi terkait cara pengelolaan limbah tersebut, yang salah satunya adalah dapat diolah menjadi lilin aromaterapi.
Dalam Pantau Awak Media Di Lokasi ide tersebut dari program kerja ini dicetuskan oleh Dhega Alieffiandra Herman dan Puspita Ratih. yang juga menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut. Dhega Alieffiandra Herman. Mengatakan, ide pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dipilih karena limbah minyak jelantah mudah didapatkan. Selain itu, bahan dan alat yang dibutuhkan pun tersedia di pasaran. Dapat dibeli secara langsung maupun melalui toko daring.

“Dalam proses pembuatan, kami juga memberikan kebebasan untuk ibu-ibu yang hadir dapat memilih wangi dari essential oil untuk dimasukkan ke lilin yang nantinya akan dibawa pulang,” Ucap Dhega Alieffiandra Herman.
Lanjut Dhega Alieffiandra Herman Menjelaskan,“Setelah selesai memilih essential oil, kami memberikan kesempatan untuk ibu-ibu dapat menuangkannya ke dalam lilin dan mengaduknya. Nanti saat sudah beku dan dapat dihidupkan, wangi dari essential oil tersebut dapat tercium dengan jelas,” imbuhnya.
Tak lupa di akhir kegiatan tersebut, Dhega selaku pemateri membagikan sembako berupa minyak goreng kepada peserta yang hadir, dengan tujuan minyak goreng tersebut setelah digunakan dapat di olah menjadi lilin aromaterapi.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi peluang bisnis bagi warga yang ingin berwirausaha.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
