Probolinggo, Patrolipos
Circle memiliki arti lingkaran. Lingkaran yang dimaksud adalah lingkaran pertemanan yang memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. Lingkaran pertemanan yang baik berisi orang-orang yang mau saling mendengarkan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Mahasiswa saat ini sudah tidak asing dengan istilah circle. Circle mahasiswa yang beragam, memunculkan dampak yang beragam. Hal ini dikarenakan terdapat mahasiswa yang berasal dari luar daerah malang maupun luar pulau Jawa.
Circle pertemanan adalah topik menarik yang sering dibicarakan dalam kehidupan mahasiswa di kampus. Kehidupan mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari berbagai bentuk pertemanan. Berbeda dengan circle pertemanan di sekolah. Circle pertemanan di kampus sangat beragam, karena circle pertemanan di kampus lebih
luas sehingga dapat menyatukan banyak orang dari berbagai latar belakang. Circle pertemanan juga memengaruhi kemampuan.
mahasiswa dalam beradaptasi. Mahasiswa mulai dapat beradaptasi dengan suasana dan
tempat baru hingga terbentuk circle di dalam kampus dan diluar kampus sebagai bentuk perkembangan dan kemampuan
bersosialisasi sampai dengan memiliki tempat khusus dimana interaksi antar teman di dalam circle itu dilakukan. Selain itu, circle pertemanan dapat memengaruhi mahasiswa terhadap dunia akademik di kampus.
Pada pelaksanaan proses pembelajaran tidak selalu berjalan dengan lancar, karena sering ditemui berbagai hambatan. Hambatan ini misalnya
kurangnya motivasi mahasiswa untuk belajar dan masih banyak mahasiswa yang membolos dalam waktu jam mata kuliah dimulai. Nah peran circle pertemanan sangat diperlukan untuk membantu menyemangati mahasiswa terhadap dunia akademik di kampus. Penyemangat disebut juga motivasi. Motivasi dalam circle pertemanan memberikan dampak yang baik dalam.
menjalankan kehidupan maupun
menyelesaikan tugas akademik di kampus. Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan lingkungan pergaulan berperan memberikan
motivasi yang baik bagi seseorang dalam memperoleh prestasi belajarnya ( Aulia & Hasanah, 2020 ). Penyemangat atau motivasi
dapat menentukan penilaian baik tidaknya, dalam mencapai tujuan. Semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan dalam belajar. Motif setiap orang dalam
belajar dapat berbeda satu sama lain, adanya perbedaan motivasi tersebut, dipengaruhi oleh
motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik akan muncul dalam diri sendiri tanpa dipengaruhi oleh sesuatu diluar dirinya.
Sedangkan motivasi ekstrinsik yang muncuk dalam diri seseorang karena adanya pengaruh dari luar. Sesorang yang memiliki motivasi besar akan menampakkan minat, perhatian, dan konsetrasi penuh, ketekunan tinggi dan berorientasi pada prestasi tanpa mengenal perasaan bosan, jenuh apalagi menyerah. Sedangkan seseorang dengan motivasi yang
rendah akan terlihat asuh-tak acuh, cepat bosan, mudah putus asa dan berusaha menghindari dari kegiatan belajar. Motivasi ini berhubungan dengan kebutuhan
aktualisasi diri sehingga motivasi yang paling mewarnai kebutuhan siswa dalam belajar adalah motivasi belajar untuk mencapai
prestasi yang tinggi.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya circle pertemanan. Faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya circle pertemanan yaitu : Fisik yang menarik, kedekatan, saling berbalasan, persamaan, kebutuhan melengkapi, dan pengaruh keterbukaan.
Memiliki circle pertemanan yang positif merupakan harapan bagi setiap orang terutama bagi mahasiswa, dan pastinya circle
pertemanan sangat memengaruhi. Dalam usia remaja biasanya memiliki emosi yang kurang stabil dan mudah terpengaruh dengan
bujukan. Maka dari itu mahasiswa perlu berhati-hati dalam menentukan circlepertemanan.
Dengan adanya circle pertemanan
yang sehat, mahasiswa bisa mendapatkan banyak hal yang positif, begitupun sebaliknya. Untuk mendapat circle pertemanan yang baik dan positif, tentunya perlu bersikap baik agar banyak sesuaatu yang bisa didapatkan.
Pentingnya membangun circle pertemanan yang positif akan mendapatkan pengaruh yang posifit juga, baik dalam berpikir maupun bertindak. Apalagi jika pertemanan ke arah produktivitas, tentu saja sangat baik untuk masa depan. Untuk mendapatkan circle
pertemanan yang baik membutuhkan temanteman yang bisa diajak maju dan sukses.
Beberapa cara untuk mendapatkan
pertemanan yang positif yaitu : Menjadi pendengar yang baik, menunjukkan rasa peduli ketika ada yang meminta bantuan, jadilah orang yang suka bercerita, jangan
pernah memanfaatkan kebaikan orang lain, dan yang terakhir tingkatkan rasa saling menghargai antar sesama. Pintar-pintarlah dalam mencari teman dan jangan membawamu ke hal negatif seperti pepatah dibawah ini “ Carilah teman untuk menenangkan hati dan pikiran, maka perhatikanlah baik-baik tentang keselamatanmu, dan kesejahteraanya. Aristoteles. Penulis Novel tersebut, Diva Chantika Erzananda dari Universitas Muhammadiyah Malang.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
