PROBOLINGGO, PATROLI POS
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 pada 22 Oktober, Pemimpin Redaksi Media Patroli Pos, Suliadi, S.H., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri di Indonesia. Dalam momentum sejarah ini, Suliadi menegaskan pentingnya mengadopsi nilai-nilai luhur pesantren untuk memperkuat integritas serta profesionalisme dunia pers nasional.
Sebagai insan jurnalis berlatar belakang hukum dan dibesarkan dalam budaya pesantren, Suliadi menyampaikan bahwa nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan keberanian membela kebenaran (amar ma’ruf nahi munkar) merupakan pondasi utama yang sangat relevan bagi jurnalis dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di era digital.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Jihad Santri, Jayakan Negeri. Spirit perjuangan santri harus menjiwai kerja-kerja jurnalisme kita hari ini. Pers yang sehat adalah pers yang berani menyuarakan kebenaran secara jujur, beretika, dan berdasarkan fakta,” ujar Suliadi, S.H. dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pemred Patroli Pos menyampaikan tiga poin komitmen utama untuk kemajuan industri pers Indonesia:
- Penerapan Prinsip Tabayyun (Klarifikasi dan Verifikasi): Di tengah maraknya arus disinformasi dan hoaks, insan pers dituntut untuk senantiasa melakukan verifikasi ketat sebelum menyiarkan informasi kepada publik.
- Kepatuhan Terhadap Kode Etik dan Hukum: Mendorong seluruh pers nasional untuk memegang teguh Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ) guna menjaga martabat dan independensi profesi.
- Pers Sebagai Alat Edukasi Bangsa: Mewujudkan pemberitaan yang tidak sekadar berfokus pada daya tarik sensasional, melainkan memberikan edukasi, menjaga keberagaman, serta memperkokoh persatuan nasional.
Patroli Pos adalah media massa nasional yang berkomitmen menyajikan berita terkini, akurat, dan edukatif di bidang hukum, politik, sosial, dan peristiwa nasional demi mendukung keterbukaan informasi publik di Indonesia.
“Kami di Patroli Pos berkomitmen penuh untuk terus menyajikan karya jurnalistik yang terpercaya, berimbang, dan berpihak pada keadilan masyarakat,” tutup Suliadi. (Red**).
