PROBOLINGGO, PATROLI POS
Menandai satu tahun masa pengabdian, duet kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari resmi memperkenalkan wajah baru bagi Kota Probolinggo melalui peluncuran jenama kota (city branding) bertajuk “Probolinggo Kota Bersolek”. Peluncuran yang berlangsung di Paseban Sena pada Selasa (31/03/2026) malam tersebut bukan sekadar seremoni estetika visual, melainkan sebuah pernyataan politik dan budaya untuk memperkuat identitas daerah. Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan bahwa “Probolinggo Kota Bersolek” merupakan bentuk transformasi paradigma dari konsep sebelumnya, Impressive Probolinggo City, menuju arah pembangunan yang lebih membumi, berkelanjutan, dan fokus pada penguatan potensi lokal.
Menurut Dokter Aminuddin, “Bersolek” bukan hanya tentang memperindah fisik kota, melainkan representasi kolektif dari nilai-nilai Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Original, Lestari, Edukatif, dan Kreatif. Kedelapan nilai ini telah dipayungi secara hukum melalui Perwali Nomor 10 Tahun 2026 sebagai kompas utama dalam merumuskan setiap kebijakan daerah ke depan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembangunan yang berhasil harus melibatkan rasa memiliki dari masyarakat, di mana jenama kota berfungsi sebagai pengikat semangat bersama. Ia berharap “Bersolek” menjadi gerakan massal untuk menjaga kebersihan, merawat akar budaya, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi rakyat di tengah arus modernisasi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari menyatakan bahwa seluruh program pembangunan yang menyertai jenama ini telah disusun melalui kajian matang berbasis data. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung langkah pemerintah agar target pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga dapat tercapai secara maksimal. Momentum peluncuran ini juga ditandai dengan penyerahan sertifikat hak cipta logo dari Kepala BAPPERIDA Rey Suwigtyo kepada jajaran pimpinan daerah, menandai babak baru bagi Kota Probolinggo untuk tampil lebih berkarakter, mandiri, dan inklusif bagi seluruh lapisan warganya. (Rudi Hartono).
