PROBOLINGGO, PATROLI POS
Aula TK Negeri Pembina 2 Kraksaan menjadi saksi semangat kebersamaan ratusan pendidik anak usia dini dalam acara halal bihalal yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Probolinggo pada Rabu (15/04/2026). Mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Meneguhkan Hati, Mendidik Generasi dengan Penuh Cinta Keimanan”, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, beserta jajaran pejabat fungsional lainnya dan pengurus IGTKI dari seluruh kecamatan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga menjadi titik krusial untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan program strategis Wajib Belajar 13 Tahun di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo, Ellyzabeth Evelyn atau yang akrab disapa Vivien, menegaskan bahwa para guru TK merupakan pejuang pendidikan yang memegang peran vital dalam meletakkan fondasi karakter bangsa. Meskipun sering menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sarana di wilayah terpencil, dedikasi para guru tetap kokoh demi mencetak generasi yang berakhlak mulia.
“Kami menyadari bahwa tugas di tingkat PAUD adalah fase paling krusial. Guru-guru kami di lapangan bukan sekadar mengajar, tapi menanamkan nilai hidup. Oleh karena itu, dukungan dari Pemerintah Daerah sangat kami butuhkan agar semangat para guru di pelosok tetap menyala dalam mengawal program wajib belajar ini,” ujar Vivien dengan penuh semangat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Disdikdaya Hary Tjahjono memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas para pendidik PAUD. Ia menekankan bahwa di era modern ini, guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi digital secara bijak tanpa sedikit pun melunturkan penanaman nilai-nilai budaya lokal kepada anak didik sejak usia dini. Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi dan dinas terkait adalah kunci utama menghadapi dinamika pendidikan yang terus berubah.
“Guru TK adalah garda terdepan dalam mencetak SDM unggul. Saya berharap IGTKI terus menjadi wadah inovasi, sehingga transisi anak-anak kita dari PAUD ke jenjang berikutnya berjalan mulus tanpa beban, namun kaya akan karakter dan etika,” tambah Hary Tjahjono dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Disdikdaya juga mengungkapkan komitmennya untuk melakukan standarisasi mutu layanan pendidikan melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seragam bagi seluruh lembaga. Langkah ini diambil guna menghapus kesenjangan kualitas antar sekolah, sehingga setiap anak di Probolinggo mendapatkan hak pendidikan yang setara. Dengan penguatan koordinasi antara organisasi profesi seperti IGTKI dan pemerintah daerah, diharapkan kualitas pendidikan anak usia dini akan terus meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi modal utama dalam mencetak generasi emas sekaligus memastikan program wajib belajar berjalan sukses dan berkelanjutan di seluruh pelosok daerah. (Rudi Hartono).
