PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Kraksaan menggelar Workshop Kompetensi Guru dengan tema “Mengintegrasikan Deep Learning dan Pengembangan Soft Skills serta Literasi Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.”
Kegiatan yang berlangsung di Aula MIN Kraksaan, pada Senin 27/10/2025 ini dihadiri oleh para kepala madrasah, dewan guru MI se-Kecamatan Kraksaan, pengawas madrasah, serta dibuka secara resmi oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Muhammad As’adi, S.Ag., M.Pd.
Dalam sambutannya, H. Muhammad As’adi menegaskan bahwa dunia pendidikan kini sedang berada dalam masa transisi menuju pembelajaran berbasis digital yang menuntut guru untuk terus beradaptasi dan berinovasi. “Guru madrasah harus mampu menjadi pionir perubahan, bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembimbing yang menginspirasi. Deep learning bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana kita menuntun peserta didik berpikir kritis, memahami makna, dan menelusuri pengetahuan hingga ke akar konsepnya,” tutur beliau.
Beliau juga menyoroti pentingnya soft skills dalam pendidikan madrasah modern, karena pembelajaran yang bermakna tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan karakter dan kecerdasan sosial siswa. “Anak-anak kita perlu dibekali kemampuan komunikasi, empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Itulah yang akan menjadi pondasi dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan,” tambahnya dengan penuh semangat.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber dari praktisi pendidikan dan teknologi pembelajaran, yang membimbing guru-guru dalam mengintegrasikan pendekatan deep learning dengan strategi pengajaran di kelas. Para peserta mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana membangun pembelajaran yang mendalam dan kontekstual, sehingga siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar memahami dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Salah satu narasumber, Dr. Lailatul Mufidah, M.Pd, menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran. “Teknologi seharusnya menjadi jembatan untuk memperkaya pengalaman belajar, bukan menggantikan peran guru. Guru tetap menjadi jiwa pembelajaran, sementara teknologi adalah alat bantu untuk membuat prosesnya lebih menarik dan efektif,” jelasnya dalam sesi pemaparan.
Selain materi tentang deep learning, peserta juga dibekali pelatihan mengenai literasi digital, mencakup penggunaan platform e-learning, media interaktif, serta strategi membangun kelas digital yang aman, kreatif, dan menyenangkan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi yang beretika serta perlindungan data siswa dalam lingkungan digital madrasah.
Tak hanya teori, sesi praktik menjadi bagian menarik dari kegiatan ini. Para guru melakukan simulasi lesson design berbasis deep learning yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan teknologi pembelajaran. Melalui kolaborasi kelompok, mereka merancang skenario pembelajaran yang mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa (higher order thinking skills).
Salah satu peserta, Ibu Siti Rohmah, guru MI Mambaul Hasan Kraksaan, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Workshop ini membuka wawasan kami bahwa pembelajaran di madrasah bisa dibuat lebih bermakna dengan menggabungkan teknologi dan nilai-nilai karakter. Kami termotivasi untuk terus berinovasi agar siswa tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak,” ujarnya dengan penuh antusias.
Ketua KKMI Kecamatan Kraksaan, Bapak Abdul Kholiq, S.Pd.I, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kasi Pendidikan Madrasah yang terus mendukung peningkatan kompetensi guru MI. “Kegiatan seperti ini menjadi wadah penting bagi guru untuk belajar dan berkembang. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan arahan dari Kasi Pendma yang selalu mendorong kami agar tidak berhenti berinovasi,” katanya.
Dalam penutupan kegiatan, Kasi Pendma kembali memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar semangat pengembangan diri terus dijaga. “Kualitas pembelajaran di madrasah akan meningkat bila gurunya terus belajar. Mari kita jadikan madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menumbuhkan nilai-nilai kehidupan. Madrasah harus menjadi pelopor perubahan yang mencerdaskan sekaligus menanamkan akhlakul karimah,” pungkas beliau dengan penuh harapan.
Kegiatan Workshop Kompetensi Guru ini menjadi momentum penting bagi komunitas madrasah di Kecamatan Kraksaan untuk bertransformasi menuju pembelajaran abad 21 yang kolaboratif, kreatif, dan berbasis nilai. Dengan sinergi antara deep learning, soft skills, dan literasi digital, diharapkan guru-guru MI mampu menjadi agen perubahan yang membawa madrasah menuju arah yang lebih unggul, modern, dan berkarakter Islami. Syd/Red**
