Probolinggo, Patrolipos
Di Perairan Gili Ketapang, senyum pun bertebaran bersama bergeliatnya Di Ujung Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Hasil laut Para Nelayan warga masyarakat Gili Ketapang. Yang kian hari dirasa semakin melimpah pun mampu menunjang perekonomian keluarga. Rabu (31/05/23)
Dalam Kegiatan Tersebut, Dihadiri Oleh Dandim 0820/Probolinggo Letkol Arm Heri Budiasto, Wakapolres Probolinggo Kota. Kompol Subiyantana, PLT Camat Sumberasih. Taufiq, Danramil 0820/06 Sumberasih Kapt Cku Subianto, Kapolsek Sumberasih Iptu Agus Santoso, Kepala Desa Gili Ketapang Badrul Monir, Ketua Panitia Petik laut. Gito, Serta yang lainnya.

Untuk mensyukuri semua nikmat tersebut, Pemerintah Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih bersama masyarakat setempat menggelar tradisi leluhur “Petik Laut.
Acara petik laut yang identik dengan ritual selamatan desa ini rutin diadakan setiap tahun, Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur Para Nelayan warga masyarakat Desa Gili Ketapang kepada Allah SWT atas segala kelimpahan rejeki dan rasa aman.
Untuk menambah semarak suasana, Pemerintah Desa juga mengadakan lomba perahu hias, lomba kebersihan lingkungan Semua ini adalah dalam rangka meningkatkan kesadaran warga masyarakat Gili Ketapang akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai penunjang desa wisata.

Dalam Sambutannya Kepala Desa Gili Ketapang. Badrul Monir. Mengatakan, “Petik Laut merupakan budaya peninggalan nenek moyang kami dan akan terus kami pertahankan, karena ada nilai-nilai leluhur yang terkandung yakni kerukunan dan keguyuban masyarakat. Sebab semua bersatu padu menyiapkan segala sesuatunya,” jelas Kepala Desa Gili Ketapang. Badrul Monir.
Lanjut Kepala Desa Gili Ketapang. Badrul Monir. Menyampaikan, Tidak hanya ramai oleh aktivitas warga masyarakat Desa Gili Ketapang setiap tahun kegiatan petik laut juga kerap menarik kehadiran masyarakat dari luar Desa tersebut, untuk menikmati suasana atau menyaksikan secara langsung prosesi ritual petik laut ini.
Oleh sebab itu, untuk memfasilitasi para pengunjung, seluruh perahu koang (besar) dan perahu kateran (kecil) yang sebelumnya sudah berhias ragam pernak pernik khas pesisir itu disiapkan untuk mengangkut para pengunjung yang ingin mengikuti dan menyaksikan jalannya prosesi larung sesaji.
“Tradisi petik laut leluhur kami adalah dengan melarung sesaji berupa hasil laut, hasil bumi, hasil ternak dan kepala sapi ke tengah samudra. Warisan leluhur ini akan terus kami jaga kelestariannya secara turun-temurun, ujar Kepala Desa Gili Ketapang. Badrul Monir.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
