Probolinggo, Patroli Pos
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menerima kunjungan Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Rabu 06/08/2025.
Kunjungan ini didampingi langsung oleh Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ansori.
Kehadiran Tim Verval disambut hangat dalam rangka visitasi pengajuan Izin Operasional Madrasah Diniyah Takmiliyah (IJOP MDT).

Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari proses validasi faktual terhadap permohonan IJOP yang diajukan lembaga pendidikan keagamaan.
“Proses pengajuan IJOP MDT saat ini dilakukan secara online melalui aplikasi resmi Kemenag seperti SIPDAR untuk Lembaga Pendidikan Al-Qur’an dan SITREN untuk Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah, atau dapat langsung melalui situs resmi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren,” jelas Kasi PD Pontren, Ansori.

Ia menambahkan bahwa visitasi bertujuan untuk memverifikasi data yang diajukan secara administratif maupun faktual di lapangan, termasuk kondisi fisik lembaga dan kesesuaian dengan persyaratan yang ditetapkan.
Tim Verval kali ini mengunjungi dua lokasi yang mengajukan IJOP MDT Ulya, yakni PP Ummul Quro Kropak Bantaran dan PP Darul Lughah wal Karomah Kraksaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hanif selaku anggota tim menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari verifikasi faktual untuk pengajuan rekomendasi izin operasional Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya. Ia juga menegaskan pentingnya peran MDT sebagaimana diatur dalam SK Dirjen Pendis No. 3633 Tahun 2023, yang merupakan perubahan atas SK No. 2230 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan MDT.
“Keberadaan MDT sangat penting dalam memperkaya dan memperdalam pendidikan agama Islam bagi peserta didik MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/MAK/SMK, serta pendidikan tinggi atau sederajat. Ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT,” tegas Hanif.
Ia juga mengajak lembaga MDT untuk memperluas cakupan layanannya, tidak hanya kepada santri mukim tetapi juga santri non-mukim (santri kalong) dan masyarakat umum.
Sementara itu, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo menambahkan bahwa keberadaan MDT sangat strategis dalam menopang dan menguatkan pemahaman keagamaan santri. “Tinggal bagaimana pesantren dapat mengemasnya dengan lebih baik dan menarik,” ujarnya. Mp.
