PROBOLINGGO, PATROLI POS
Sejumlah warga Desa Jorongan menyampaikan keluhan terkait keberadaan truck yang kerap parkir di area selatan dan utara pintu masuk desa. Keberadaan kendaraan besar tersebut dinilai sangat mengganggu jarak pandang pengendara yang keluar dari area desa, terutama karena lokasi tersebut merupakan titik blank spot yang membuat pengendara sulit melihat kendaraan lain yang melaju dari arah selatan maupun utara.

Menurut warga, kondisi tersebut sudah beberapa kali hampir menyebabkan kecelakaan karena pengendara yang keluar dari desa tidak dapat memperkirakan jarak dan kecepatan kendaraan yang melintas di jalur utama.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya. “Keluarnya itu butuh nekat, soalnya kalo mobil kecil atau motor keluar, pandangannya ketutup truck yang parkir itu. Kadang kendaraan dari selatan atau utara melaju cepat, jadi sangat membahayakan,” ujarnya.
Keluhan ini bukan hanya soal kenyamanan, namun menyangkut keselamatan warga, termasuk pelajar, pengendara motor, dan mobil pribadi yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Beberapa warga juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Desa Jorongan mengambil langkah tegas. Salah satu usulan yang muncul dari masyarakat adalah pemasangan rambu larangan parkir di titik rawan tersebut, serta penempatan batu besar atau tong pembatas agar kendaraan besar tidak lagi memarkirkan truck di area tersebut.
“Kami berharap pemerintah desa turun tangan, kalau perlu pasang rambu atau portal supaya truck tidak seenaknya parkir di situ,” ungkap warga lainnya. Yud.
