PROBOLINGGO, PATROLI POS
Materi Dasar-Dasar dan Teori Dakwah yang disampaikan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori MP, menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan Diklat Da’i Milenial Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo, yang di selenggarakan di Hall Usman Bin Affan Kawasan Wisata Pantai Bentar Sabtu 20/12/2025.

Dalam paparannya, Ansori MP menegaskan bahwa dakwah merupakan proses mengajak manusia menuju kebaikan dan kebenaran secara sadar, persuasif, dan beretika. Menurutnya, dakwah tidak boleh dipahami secara sempit sebagai aktivitas ceramah semata, melainkan harus mencakup dakwah bil lisan, bil hal, dan bil qalam yang menyentuh realitas kehidupan masyarakat.
“Dakwah harus hadir dengan pendekatan hikmah, mau’izhah hasanah, dan dialog yang santun. Inilah karakter dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan sejalan dengan manhaj Nahdlatul Ulama,” tegasnya di hadapan para peserta.
Ia juga menjelaskan bahwa penguasaan teori dakwah menjadi fondasi penting bagi para dai dan da’iyah NU agar mampu membaca perubahan sosial secara cerdas. Landasan aqidah, syari’ah, dan akhlak harus dipahami secara utuh sehingga dakwah tidak hanya menyentuh aspek ritual, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku sosial umat.
Dalam konteks kekinian, Ansori MP menyoroti urgensi adaptasi dakwah di era digital. Ia menilai media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang positif dan konstruktif, terutama untuk menjangkau generasi muda. Namun demikian, ia mengingatkan agar dakwah digital tetap mengedepankan etika, keteladanan, dan tanggung jawab moral.
Materi yang disampaikan Ansori MP dinilai relevan dengan kebutuhan peserta Diklat Da’i Milenial yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Setiap kecamatan mengirimkan empat peserta yang terdiri dari dua dai dan dua da’iyah, sebagai bagian dari strategi kaderisasi dakwah NU yang berimbang dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sebelumnya dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo, Teguh Mahameru Zainul Hasan, dan dihadiri seluruh Ketua MWCNU se-Kabupaten Probolinggo yang mendampingi para dai dan da’iyah milenial.
Melalui penyampaian materi Dasar-Dasar dan Teori Dakwah ini, Ansori MP berharap para peserta mampu memperkuat kapasitas keilmuan sekaligus meningkatkan kepekaan sosial, sehingga dakwah NU ke depan semakin adaptif, solutif, dan berdaya guna bagi umat dan bangsa. (Mp).
