Pawai Muharram, Khotmil Al-Qur’an, Dan Santunan Anak Yatim Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H Di Tunggak Cerme
PROBOLINGGO, PATROLI POS
Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah begitu terasa di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Majelis Taklim Al-Hidayah bekerja sama dengan SD Negeri Tunggak Cerme menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang diawali dengan Pawai Muharram, dilanjutkan Khotmil Al-Qur’an, dan ditutup dengan Pengajian Umum serta Santunan Anak Yatim pada Senin malam (13/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman SD Negeri Tunggak Cerme tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Islah Kanigaran Probolinggo, Ning Hj. Hakimah Zayadi, KH. Moh. Lutfi, Kepala Desa Tunggak Cerme Mustain, Kepala SD Negeri Tunggak Cerme Adrianus Harsono, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, wali murid, serta ratusan jamaah dari berbagai wilayah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Muharram sebagai bentuk syiar Islam sekaligus mengajak masyarakat menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Selanjutnya dilaksanakan Khotmil Al-Qur’an sebagai ungkapan rasa syukur dan doa bersama agar masyarakat Tunggak Cerme senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Kepala SD Negeri Tunggak Cerme, Adrianus Harsono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah desa, Majelis Taklim Al-Hidayah, para donatur, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan pendidikan sekaligus membentuk karakter religius peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tunggak Cerme, Mustain, mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak.
“Jangan sampai putra-putri kita tidak bersekolah. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka. Mari kita bersama-sama mendukung pendidikan agar anak-anak kita menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” katanya.
Puncak acara diisi dengan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Ning Hj. Hakimah Zayadi, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Islah Kanigaran Probolinggo. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat menjadikan momentum Muharram sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak-anak yatim.
Menurutnya, menyantuni anak yatim bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi mereka melalui perhatian, kasih sayang, dan makanan yang baik serta disukai.
“Memberikan makan kepada anak yatim dengan makanan yang baik merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan. Jangan hanya memberi, tetapi berikan yang terbaik sebagai wujud kasih sayang kepada mereka,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak dzikir kepada Allah SWT dalam seluruh aktivitas kehidupan.
“Dzikir bukan hanya dengan lisan. Mata berdzikir dengan melihat hal-hal yang diridhai Allah, telinga berdzikir dengan mendengarkan kebaikan, anggota tubuh berdzikir melalui amal saleh. Santunan anak yatim malam ini merupakan dzikir dengan tangan, yakni membuktikan rasa syukur kepada Allah melalui gemar memberi,” jelasnya.
Ning Hj. Hakimah menjelaskan bahwa pada hakikatnya manusia memiliki kecenderungan bersifat kikir. Namun, seorang muslim harus menyadari bahwa dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang wajib ditunaikan.
Beliau berpesan, apabila seseorang belum mampu membahagiakan orang lain dengan hartanya, maka hendaknya membahagiakan mereka dengan akhlak yang baik, senyuman yang tulus, serta sikap yang menyenangkan.
Dalam tausiyahnya, beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW:
“Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Adapun orang yang bakhil (kikir) jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dekat dengan neraka.” (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh para ulama).
Lebih lanjut, Ning Hj. Hakimah menguraikan makna dzikir secara menyeluruh. Menurutnya, dzikir anggota badan diwujudkan dengan kesetiaan kepada Allah, saling tolong-menolong dalam kebaikan, saling menasihati menuju jalan yang benar, serta mengingatkan ketika ada yang melakukan kesalahan.
Dzikir hati dilakukan dengan menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT, mengingat kebesaran dan siksa-Nya, sekaligus senantiasa berharap rahmat, ampunan, dan pertolongan-Nya. Sedangkan dzikir ruh diwujudkan dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, tetap yakin bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan, memperbanyak ketakwaan, serta ridha terhadap seluruh ketentuan-Nya.
“Semua yang terjadi telah diatur oleh Allah SWT. Tugas kita adalah bertakwa, berikhtiar, bersabar, dan bertawakal. Orang yang bertakwa akan Allah bukakan jalan keluar dan dimudahkan setiap urusannya,” pesannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang disambut penuh haru oleh para penerima manfaat dan masyarakat yang hadir.
Melalui kolaborasi antara Majelis Taklim Al-Hidayah, Pemerintah Desa Tunggak Cerme, SD Negeri Tunggak Cerme, para donatur, serta seluruh elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperluas syiar Islam di tengah masyarakat. (Mp).
