PROBOLINGGO, PATROLI POS
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo resmi membuka kegiatan Diklat Da’i Milenial Tahun 2025, di Hall Usman Bin Affan Kawasan Wisata Pantai Bentar pada Sabtu 20-21 Desember 2025. Sebagai upaya penguatan kaderisasi dai dan da’iyah NU yang adaptif terhadap tantangan zaman. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperdalam pemahaman ke-NU-an, ke-Aswaja-an, serta peningkatan kapasitas dakwah generasi muda.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo, Teguh Mahameru Zainul Hasan. Pada momentum pembukaan tersebut, hadir seluruh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang secara langsung mendampingi para da’i dan da’iyah milenial.
Dalam sambutannya, Teguh Mahameru Zainul Hasan menekankan pentingnya kecerdasan berpikir dan bersikap dalam berdakwah di tengah dinamika sosial-politik kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa warga NU perlu memiliki cara pandang yang matang dalam memposisikan agama dan negara. “Jadikan Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan berbangsa dan Islam sebagai akidah. Kita hari ini dituntut memiliki kecerdasan seperti itu,” tegasnya.
Ia juga menyinggung tantangan historis yang dihadapi lembaga pendidikan keagamaan, seperti madrasah, yang kerap mengalami kesulitan ketika dipersepsikan berseberangan secara politik dengan pemerintah. Menurutnya, kesetiaan NU harus tetap berlandaskan prinsip, bukan semata keuntungan. “Ketika kita setia pada prinsip, ruang kerja sama tetap bisa dibuka. Bisa kita dekati dan bisa kita kerjasamai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Teguh menilai keputusan NU untuk kembali ke khittah telah membuka jalan dakwah yang seluas-luasnya. Kondisi tersebut, katanya, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya dai melalui proses upgrading yang berkelanjutan. Ia berharap forum ini menjadi pengantar untuk memperkaya wawasan ke-NU-an dan ke-Aswaja-an sekaligus memperkuat kesiapan dakwah di berbagai medan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al Ghozi, menyampaikan bahwa Diklat Da’i Milenial dirancang sebagai ikhtiar sistematis menyiapkan dai NU yang moderat, ramah, dan responsif terhadap perkembangan masyarakat, termasuk tantangan dakwah di era digital.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sejumlah materi strategis. Materi kedua disampaikan oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori MP, yang mengulas *Dasar-Dasar dan Teori Dakwah*. Materi tersebut menekankan landasan konseptual dakwah yang bersifat persuasif, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sekaligus pentingnya adaptasi metode dakwah sesuai perkembangan zaman. Sementara materi *Dakwah digital dan Jurnalistik* diisi oleh Muhammad Iqbal Dosen Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo yang sekaligus Reporter Times Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, dengan komposisi empat orang per kecamatan, terdiri dari dua dai dan dua da’iyah. Pola tersebut dirancang untuk memastikan keterwakilan yang seimbang sekaligus memperkuat jaringan dakwah NU hingga tingkat akar rumput. (Mp).
