PROBOLINGGO, PATROLI POS
Di tengah bisingnya arus informasi yang kerap kali mengaburkan fakta, Afiliasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) mengirimkan pesan kuat: Idealisme adalah harga mati. Senin (9/2/2026), bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN), AWPR tidak sekadar merayakan seremoni. Organisasi ini resmi menancapkan taringnya lebih dalam dengan meresmikan kantor baru di Jl. Mastrip, Gg. Rambutan No. 11, Kota Probolinggo. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat independensi pers di Probolinggo Raya.
Bukan Sekadar Kantor, Tapi Benteng Kebenaran
Ketua AWPR, Fahrul Mozza, dalam pidatonya yang menggetarkan, menegaskan bahwa kantor baru ini adalah simbol perlawanan terhadap jurnalisme “umpan klik” (clickbait). Ia mengingatkan bahwa AWPR berdiri di atas pundak para pendiri—Soni Buslan, Suliman, Yasin, dan Yuliono—yang mewariskan api profesionalisme.
“Pers tidak lahir untuk mengejar viralitas. Kita lahir untuk menyuarakan kebenaran. AWPR berdiri bukan karena kebetulan, tapi karena komitmen untuk tetap independen meski dunia semakin bising oleh kepentingan,” tegas Fahrul dengan nada lugas.
Ia juga menitipkan pesan tajam bagi seluruh anggotanya: “Tetaplah kritis tanpa menjadi sinis, berani tanpa beringas, dan independen tanpa kehilangan empati.”

Sinergi Tanpa Kompromi
Kehadiran jajaran elit daerah, mulai dari Kadis Kominfo Agus Effendi yang mewakili Wali Kota, perwakilan Polres, Kodim 0820, hingga Kejari Kota Probolinggo, menunjukkan posisi strategis AWPR.
Agus Effendi mengakui bahwa pemerintah membutuhkan “kaca benggala” yang jujur. “Pers adalah mitra kritis. Kami mengapresiasi AWPR yang mampu menjaga keseimbangan: bersinergi dengan pemerintah, namun tetap tegak membela kepentingan publik,” ungkapnya.
Sentuhan Humanis: Mengetuk Pintu Langit
Peresmian markas baru ini tidak hanya diisi dengan narasi besar, tetapi juga aksi nyata yang menyentuh akar rumput. Menggandeng Baznas Kota Probolinggo, AWPR menyantuni 30 anak yatim dan warga prasejahtera di sekitar kantor. Ini adalah pembuktian bahwa wartawan bukan hanya pembawa berita, tapi juga bagian dari solusi sosial. (Red**).
