PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pelaksanaan rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Probolinggo yang dipusatkan di Pantai Duta, Kamis (19/3/2026), belum berhasil mengamati kemunculan hilal. Faktor astronomis dan kondisi cuaca di lokasi menjadi kendala utama dalam observasi kali ini.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini merupakan bagian dari verifikasi faktual sebelum pemerintah melalui Kementerian Agama RI menggelar sidang isbat. Meski melibatkan berbagai unsur strategis mulai dari praktisi hukum, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam, faktor alam tetap menjadi penentu di lapangan.
Ketua tim rukyat sekaligus Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, Muhammad Imamuddin Nur Fajri, menjelaskan bahwa secara teknis peluang terlihatnya hilal memang sangat kecil. “Berdasarkan data hisab di titik Pantai Duta, posisi hilal saat matahari terbenam hanya berada pada ketinggian 2∘11′ dengan elongasi sekitar 5,57∘. Dengan umur hilal yang baru 9 jam 13 menit, cahaya hilal sangat tipis dan sulit ditangkap mata maupun alat,” jelas Imamuddin.
Selain hambatan rendahnya posisi hilal yang hanya bertahan di atas ufuk selama 8 menit 44 detik, faktor cuaca di pesisir Probolinggo juga tidak mendukung. Awan tebal yang menyelimuti ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam pada pukul 17:38 WIB membuat pemantauan tidak berjalan maksimal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan bahwa hasil pemantauan di daerah akan segera dilaporkan ke pusat. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu keputusan resmi.
“Kami masih menunggu hasil sidang isbat resmi dari Kementerian Agama RI sebagai dasar hukum penetapan awal Syawal 1447 Hijriah,” tegas Samsur.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyinggung rencana penguatan fasilitas di masa depan. Keterbatasan perangkat teleskop diakui menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan rukyat di tahun-tahun mendatang dapat lebih optimal.
Mengacu pada data hisab dan kriteria imkan rukyat yang berlaku, awal bulan Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026 M. Kendati demikian, umat Islam diimbau tetap mengikuti pengumuman resmi pemerintah yang akan disampaikan malam ini. (Mp/Red)
