PROBOLINGGO, PATROLI POS
Gedung Guna Dharma Persada KPRI Sejahtera menjadi saksi bisu berseminya kembali jalinan persaudaraan para pahlawan tanpa tanda jasa. Pada Rabu (1/4/26), Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Pajarakan menggelar Halalbihalal 1447 H. Tak sekadar seremonial, acara ini menjadi momentum titik balik untuk menyucikan niat pengabdian di bawah panji pendidikan.
Membawa tema menyentuh, “Beningnya Hati dalam Ketulusan Maaf”, ratusan pendidik se-Kecamatan Pajarakan larut dalam suasana khidmat yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Bobot acara semakin terasa dengan hadirnya tokoh-tokoh penting Kabupaten Probolinggo. Anggota DPRD, Bapak Wahid Nurrahman, M.Si dan Bapak Lukman Hakim, SH, M.Hum, hadir memberikan dukungan penuh bersama Camat Pajarakan, Bapak Sudarmono, ST, MM.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Rofiqur Rohman mengawali acara dengan keteduhan yang mendalam. Suasana semakin berwibawa saat Ust. Imron Rosadi menyampaikan tausiyahnya. Beliau menekankan bahwa memaafkan adalah “jembatan emas” bagi seorang guru untuk menjaga kesucian hati dalam mendidik generasi bangsa.
Ibu Nurjazilah, S.Ag, selaku Ketua Panitia, menyampaikan laporan yang menggetarkan semangat. Bagi guru SMPN 1 Pajarakan ini, Halalbihalal adalah ajang pengingat jati diri pendidik.
“Di balik dedikasi kita di ruang-ruang kelas, ada ikatan kekeluargaan yang jauh lebih besar. Kita diajak membuka pintu maaf dengan tulus untuk mempererat tali silaturahmi yang menjadi napas perjuangan kita,” ujar Ibu Nurjazilah dengan nada penuh optimisme.
Beliau menegaskan bahwa kebersihan hati adalah modal utama dalam meningkatkan mutu pengabdian bagi masa depan anak didik di Pajarakan.
Dukungan lintas sektor terlihat nyata dengan hadirnya Ketua PAPDESI Pajarakan Bapak Bagus Budi Prayoga, Pengawas Kemenag Bapak Asbi Amrullah, M.Pd, serta Pengawas Korwil Bapak Slamet Riadi, S.Pd, MM.
Ketua PC PGRI Pajarakan, Bapak Balok Habibi, S.Pd, bersama jajaran K3S dan seluruh Kepala Sekolah, tampak berbaur akrab tanpa sekat dengan para guru. Kebersamaan ini menegaskan bahwa sinergi adalah kunci utama kemajuan pendidikan di wilayah Pajarakan.
Rangkaian acara ditutup dengan doa khidmat yang dipimpin oleh Ust. Muhammad Sulhan, S.Pd.I, M.Pd, memohon keberkahan untuk perjuangan para guru. Namun, suasana kembali pecah dalam keceriaan saat pembawa acara ibu Else Candra Kasih, S.Pd.SD mengumumkan kejutan doorprize melalui momen “Kursi Panas”. Gelak tawa dan antusiasme bapak-ibu guru yang beruntung menjadi penutup manis yang menyegarkan suasana.
Melalui momentum ini, PGRI Kecamatan Pajarakan kembali mempertegas komitmennya: Hati yang bening dan maaf yang tulus adalah fondasi kokoh untuk mencerdaskan generasi emas di Kabupaten Probolinggo. (Jz/Red**).
