PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melaksanakan kunjungan resmi dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Program Inkubasi Wakaf Produktif ke Yayasan/Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pembinaan dan pengawasan wakaf produktif yang dikelola oleh lembaga pendidikan berbasis pesantren. Suasana penyambutan berlangsung hangat, menandakan eratnya hubungan antara Kemenag dan pesantren dalam mengembangkan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat, Kamis 09/04/2026.
Tim Monitoring terdiri dari Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I (Ketua Tim/Penyelenggara Zakat & Wakaf), Muhammad Imam Mudin Nur Fajri, S.Ag, M.H.I (Kasi Bimas Islam), Ansori, S.Ag, M.Sy. (Kasi PD Pontren), Yenny Ilma, A.Md. (Staf Penyelenggara Zakat & Wakaf), Nur’aini Fitriawati, S.H. (Staf Penyelenggara Zakat & Wakaf) serta Abdussalam, S.Pd. (Penyuluh Agama Islam). Kehadiran tim disambut oleh jajaran pengurus yayasan, di antaranya Faiz, Faizin, Ahmad Zaki, Muhammad Nur Syamsul Arifin, dan Agus Mulyanto, serta dewan pengasuh lainnya. Pertemuan ini berlangsung penuh keakraban dan diwarnai dengan diskusi konstruktif mengenai pengelolaan wakaf produktif.
Dalam sambutannya, Yazid Zain menekankan pentingnya kegiatan monitoring ini sebagai sarana evaluasi dan pendampingan. Ia menyampaikan secara langsung: “Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa pengelolaan wakaf di Pondok Pesantren Nurul Jadid berjalan sesuai prinsip syariah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Tujuan kami adalah memberikan pendampingan, evaluasi, sekaligus rekomendasi agar wakaf produktif di pesantren ini semakin berkembang dan menjadi model bagi lembaga lain di Kabupaten Probolinggo.” Sambutan tersebut menggambarkan komitmen Kemenag dalam mendorong tata kelola wakaf yang lebih profesional.
Ahmad Zaki, selaku perwakilan Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemenag. Ia mengatakan: “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kementerian Agama. Kehadiran tim monitoring ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola wakaf agar lebih profesional dan bermanfaat luas bagi santri maupun masyarakat.” Ungkapan yang menunjukkan bahwa pihak pesantren merasa terbantu dengan adanya evaluasi yang dilakukan secara langsung.
Faizin, perwakilan Nazhir Badan Hukum Yayasan Nurul Jadid Paiton, menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung program inkubasi wakaf produktif. Ia menyampaikan: “Kami siap mengikuti arahan dan rekomendasi dari Kementerian Agama. Wakaf yang kami kelola bukan hanya aset, tetapi amanah umat yang harus dijaga dan dikembangkan untuk kesejahteraan bersama.” Menegaskan bahwa pengelolaan wakaf di pesantren dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan amanah umat.
Agus Mulyanto, Koordinator Bagian Aset Wakaf Nurul Jadid, menambahkan penjelasan mengenai beragam aset wakaf yang dimiliki pesantren. Ia mengatakan: “Kami memiliki beragam aset wakaf, mulai dari tanah, sawah, tegalan, hingga bangunan dan hasil usaha. Semua ini kami arahkan untuk pengembangan usaha pesantren, pembangunan fisik pondok, serta pemberdayaan santri dan masyarakat. Dengan adanya monitoring ini, kami semakin yakin bahwa langkah kami berada di jalur yang benar.” Pernyataan tersebut memperlihatkan keseriusan pengurus dalam mengoptimalkan aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan sosial.
Fauzan, Kepala KUA Kecamatan Paiton, turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan: “Kami mendukung penuh upaya Kementerian Agama dalam melakukan pembinaan dan pengawasan wakaf produktif. Harapan kami, Pondok Pesantren Nurul Jadid dapat menjadi teladan dalam pengelolaan wakaf yang modern, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.” Dukungan dari KUA ini semakin memperkuat sinergi antar lembaga dalam mengembangkan wakaf produktif di tingkat lokal. Selesai kegiatan monev, dilanjutkan dengan ramah-tamah dan diakhiri dengan sesi foto bersama dengan suasana penuh kekeluargaan. (YZ/ Red**).
