PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) produksi garam rakyat di Kantor Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Rabu (29/4/2026). Hal ini sebagai langkah meningkatkan kualitas produksi sekaligus menekan permainan harga oleh tengkulak yang selama ini dikeluhkan petambak.
Kegiatan yang diikuti 50 petambak garam dari Desa Sukokerto dan Penambangan Kecamatan Pajarakan ini dihadiri Plh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama DKP Provinsi Jawa Timur Caesar M. A. Dungga serta narasumber dari PT. Garam.
Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama DKP Provinsi Jawa Timur Caesar M. A. Dungga mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Jatim dalam memberikan stimulus bagi petambak garam rakyat di Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas garam rakyat yang ada di Jawa Timur. Kami juga memberikan stimulus berupa gerobak sorong, karung dan sarung tangan untuk mendukung produksi garam rakyat,” katanya.
Menurut Caesar, potensi produksi garam di Kabupaten Probolinggo tergolong besar di Jawa Timur. Bahkan ia optimistis produksi tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya karena kondisi cuaca lebih mendukung.
“Produksi garam Kabupaten Probolinggo sejauh ini termasuk tinggi di Jawa Timur. Insya Allah tahun ini cuacanya lebih bagus dibanding tahun lalu yang mengalami kemarau basah,” jelasnya.
Meski demikian, Caesar menilai inovasi dan penerapan teknologi produksi masih perlu diperkuat. Petambak diminta mulai mengenal penggunaan teknologi seperti geomembran hingga produksi garam beryodium agar kualitas garam meningkat dan mampu bersaing di pasar industri. “Petambak sebenarnya sudah paham produksi garam. Tetapi inovasi baru masih perlu pendampingan supaya hasilnya lebih berkualitas,” terangnya.
Caesar berharap pemerintah segera menetapkan harga pokok garam untuk melindungi kesejahteraan petambak dari fluktuasi harga pasar. “Harapannya ada harga pokok garam supaya petambak tidak terus bergantung kepada pedagang dan tengkulak,” tegasnya.
Sementara Plh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih menekankan pentingnya sinergi lintas OPD untuk memperkuat kualitas dan pemasaran garam rakyat. “Harapannya kita bisa bersinergi menekan permainan harga oleh tengkulak dengan meningkatkan kualitas produksi garam petambak supaya memenuhi standar PT Garam,” ungkapnya.
Menurut Endang, sebagian besar petambak di Kabupaten Probolinggo masih memproduksi garam secara tradisional. Karena itu, modernisasi alat produksi dan penerapan teknologi menjadi kebutuhan penting agar hasil produksi mampu masuk pasar industri dan pabrikan. “Kalau kualitasnya sudah memenuhi standar, maka pemasarannya akan lebih mudah dan nilai jualnya meningkat,” jelasnya.
Selain itu, Endang juga mendorong kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperkuat tata niaga garam sekaligus membantu pengurusan izin usaha petambak. “Harapan kami produk garam rakyat ini nantinya berkembang menjadi industri sehingga kesejahteraan petambak juga ikut meningkat,” tambahnya.
Manajer Mutu PT. Garam Arie Enggar Fitri turut mendorong modernisasi produksi garam melalui mekanisasi dan penerapan standar operasional prosedur (SOP). “Petani garam rakyat masih banyak yang bekerja secara manual. SOP pembuatan garam harus lebih diperhatikan supaya kualitasnya meningkat,” urainya.
Menurut Fitri, petambak dan BUMDes juga perlu mulai mengembangkan produk turunan seperti garam konsumsi beryodium hingga garam spa agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
Sedangkan Ketua BUMDes Gemar Sensus Desa Sukokerto Syubli Afan Rauf menegaskan pihaknya siap membantu petambak menghadapi persoalan harga garam yang fluktuatif dengan rencana produksi garam halus berlabel. “Kami berharap output dari kegiatan ini bisa mengakomodir keluh kesah petambak garam terkait harga yang fluktuatif dan tidak stabil,” ujarnya.
Syubli menerangkan BUMDes Gemar Sensus telah berkoordinasi dengan DKP Jatim terkait perizinan dan pelatihan produksi garam halus bermerek sebagai solusi jangka panjang meningkatkan nilai jual hasil tambak masyarakat. “Intinya kami ingin harga garam petambak lebih stabil dan tidak terus bergantung kepada pembeli besar,” pungkasnya. (Rudi Hartono).
