PROBOLINGGO, PATROLI POS
Penerapan metode Al-Miftah Lil Ulum ala Sidogiri menjadi salah satu program unggulan yang mewarnai Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Al Barokah Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut menjadi momentum syukur sekaligus penguatan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sabtu, (30/5/2026) malam.
Haflatul Imtihan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, wali santri, alumni, serta Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Hadir pula Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hamid, Rais MWCNU Wonomerto KH Abdul Malik Damanhuri, Kepala Desa Tunggak Cerme Mustain, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Barokah, KH Muhammad Hasan Siddiq, menyampaikan bahwa berbagai program pendidikan yang dijalankan pesantren merupakan hasil komitmen bersama seluruh keluarga besar pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan santri dan siswa.
Menurutnya, penerapan metode Al-Miftah ala Sidogiri dilakukan dengan pendampingan tim perwakilan Sidogiri yang dipimpin Mustofa serta dukungan penuh para dewan guru. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan dasar santri dalam memahami ilmu-ilmu keislaman, khususnya dalam membaca dan memahami kitab kuning.
“Kami mengharapkan doa dan dukungan semua pihak agar pesantren terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, KH Muhammad Hasan Siddiq juga menyampaikan apresiasi kepada para santri dan siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya. Ia berpesan agar para lulusan terus melanjutkan tradisi belajar dan tidak berhenti menuntut ilmu.
“Teruslah belajar dan mengembangkan potensi diri. Kesuksesan masa depan lahir dari ketekunan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu,” pesannya.
Dalam sesi ramah tamah, KH Abdul Hamid dan KH Abdul Malik Damanhuri menyoroti pentingnya mewujudkan pesantren ramah anak sebagai lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang santri secara optimal. Menurut mereka, pesantren harus menjadi tempat yang tidak hanya menguatkan aspek keilmuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia.
Sementara itu, KH Abdullah Masrur, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak.
“Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dididik dengan sebaik-baiknya. Pendidikan menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Senada dengan itu, Katib PCNU Kabupaten Probolinggo, Ismail, menegaskan bahwa ilmu merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang baik di dunia maupun akhirat.
“Untuk menjadi generasi yang saleh dan salehah diperlukan ilmu. Yang membedakan kualitas amal seseorang adalah ilmunya, dan ilmu hanya dapat diraih melalui kesungguhan dalam belajar,” tegasnya.
Haflatul Imtihan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan santri dan pemberian penghargaan kepada siswa serta santri berprestasi. Kegiatan ini menjadi wujud syukur atas capaian pendidikan sekaligus motivasi bagi para lulusan untuk terus melanjutkan perjuangan menuntut ilmu.
Melalui Haflatul Imtihan ini, Pondok Pesantren Al Barokah kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten mengembangkan tradisi keilmuan, memperkuat pendidikan karakter, dan menyiapkan generasi yang berakhlak serta berdaya saing di tengah perkembangan zaman. (Mp/Red**).
