PROBOLINGGO, PATROLI POS
Guna melahirkan pemimpin lembaga pendidikan yang adaptif dan visioner, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo resmi menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Kepala RA dan Madrasah. Kegiatan yang berpusat di Gedung Workshop Keterampilan MAN 2 Probolinggo, Pajarakan, ini resmi dibuka pada Senin (8/6/2026).
Program strategis ini merupakan buah sinergi antara Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Probolinggo dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 12 Juni 2026, diklat ini diikuti oleh 120 peserta yang dibagi ke dalam tiga angkatan demi menjaga efektivitas serta kedalaman materi pembelajaran.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Widyaiswara Ahli Utama BDK Surabaya Darmani, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Probolinggo Muh. As’adi, Kepala MAN 2 Probolinggo sekaligus Ketua Panitia Ahmad Zamroni, Ketua Pokjawas Madrasah Abdul Aziz, serta Ketua KKM dan IGRA Kabupaten Probolinggo Siti Munawaroh.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menekankan bahwa kualitas sebuah madrasah sangat bergantung pada nakhoda yang memimpinnya. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi manajerial dan kemampuan inovasi bagi kepala lembaga menjadi hal yang mutlak.
Samsur mengingatkan bahwa peran kepala madrasah saat ini telah bergeser. Mereka tidak boleh lagi sekadar terjebak pada urusan administratif formalitas, melainkan harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang aktif menggerakkan potensi lembaga, membangun budaya kerja kolaboratif, serta berorientasi penuh pada mutu pendidikan. Ia berharap momentum lima hari ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta untuk saling bertukar pengalaman dan membawa perubahan nyata saat kembali ke instansi masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Pendma Muh. As’adi menjelaskan bahwa diklat ini merupakan bagian dari langkah besar transformasi pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Selama pelatihan, peserta akan dibekali materi esensial mulai dari manajemen kepemimpinan, perencanaan program, hingga strategi peningkatan mutu layanan pendidikan. Melalui komitmen bersama ini, diharapkan lahir generasi pemimpin baru yang mampu membawa RA dan madrasah di Kabupaten Probolinggo tampil lebih unggul, kompetitif, namun tetap kokoh di atas fondasi nilai keagamaan dan karakter bangsa. (Red**).
