PROBOLINGGO, PATROLI POS
Lapangan Selogudig, Kecamatan Pajarakan, mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (27/6/2026) malam. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru berkumpul dalam satu harmoni keagamaan dan kebangsaan untuk memperingati Milad ke-11 Majelis TaMRU Genggong. Mengangkat tema “Muhasabah dalam Bintang Mahabbah”, acara Gebyar Sholawat Nabi ini tidak sekadar menjadi ajang melantunkan pujian kepada Rasulullah SAW, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga bumi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hadir di tengah-tengah jamaah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, yang didampingi oleh Kasi Bimas Islam dan Kasi PAIS. Kehadiran jajaran Kemenag bersama Forkopimda dan para ulama ini mempertegas kuatnya sinergi antara ulama dan umara di Probolinggo. Kehadiran institusi keagamaan ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap syiar yang membawa misi kesejukan, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Suasana religius semakin bermakna saat Khadimul Majelis TaMRU Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal atau yang akrab disapa Gus Boy, menyampaikan tausiyahnya. Gus Boy mengingatkan bahwa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus dimanifestasikan dalam tindakan nyata sehari-hari, termasuk menjaga alam dan mencintai tanah air.
Dalam momen yang khidmat tersebut, Gus Boy memimpin ribuan jamaah untuk mengikrarkan komitmen bersama. Poin penting yang disuarakan meliputi komitmen melestarikan alam demi keberlangsungan masa depan Generasi Emas Indonesia, meneguhkan semangat “NKRI Harga Mati”, serta mengamalkan Pancasila sebagai perekat utama persatuan bangsa.
Pesan kuat dari panggung TaMRU Genggong malam itu menegaskan bahwa dakwah masa kini harus berjalan beriringan. Kesalehan spiritual tidak boleh dipisahkan dari kesalehan sosial, kepedulian ekologis, dan rasa nasionalisme. Melalui milad yang ke-11 ini, Majelis TaMRU Genggong diharapkan terus menjadi motor penggerak lahirnya masyarakat Kabupaten Probolinggo yang tidak hanya religius dan harmonis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencintai tanah air serta menjaga kelestarian alam demi generasi mendatang. (Mp/Red**).
