PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penyelenggaraan pelayanan kerohanian bagi pasien yang berlangsung di Auditorium RSU Wonolangan, Selasa (14/7/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I., bersama Direktur RSU Wonolangan, drg. Roosnindya Tjahjaningastoeti, M.M. Langkah ini menjadi komitmen bersama kedua institusi untuk mengintegrasikan aspek medis dan spiritual demi mendukung proses penyembuhan pasien secara utuh dan humanis.
Kepala Kantor Kemenag Probolinggo, Dr. H. Samsur, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas harus menyentuh seluruh dimensi manusia—baik fisik, mental, maupun spiritual. Melalui kerja sama ini, Kemenag siap memberikan dukungan penuh berupa bimbingan mental spiritual, doa bersama, hingga pendampingan keagamaan yang adaptif sesuai dengan keyakinan masing-masing pasien. Ketenangan jiwa dinilai menjadi pendorong penting di balik ikhtiar medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur RSU Wonolangan, drg. Roosnindya Tjahjaningastoeti, menyambut positif penguatan sinergi ini. Sebagai rumah sakit di bawah holding BUMN perkebunan dengan kapasitas 127 tempat tidur, RSU Wonolangan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan medis dan non-medisnya. Ia meyakini bahwa sentuhan spiritual mampu menghadirkan harapan dan ketenangan bagi pasien, yang pada akhirnya mempercepat masa pemulihan.
Selain berfokus pada layanan kerohanian di lingkungan rumah sakit, kemitraan ini juga disepakati untuk memperluas dampak sosial bagi masyarakat luas. Kemenag dan RSU Wonolangan berencana menggelar berbagai aksi kemanusiaan berkelanjutan, mulai dari bakti sosial, donor darah, khitan massal, hingga pelatihan pemulasaraan jenazah untuk meningkatkan kompetensi pelayanan keagamaan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi model kolaborasi ideal dalam mewujudkan pelayanan publik yang menyehatkan jasmani sekaligus menenteramkan rohani. (Mp/Red**).
