PROBOLINGGO, PATROLI POS
Langkah nyata membendung angka kekerasan dan perkawinan anak terus digencarkan di Kabupaten Probolinggo. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bergandengan tangan dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) menggelar sosialisasi edukasi perlindungan anak di Aula MA Walisongo Sebaung, Kecamatan Gending, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta secara antusias ini merupakan rangkaian safari edukasi berkelanjutan yang menyasar berbagai lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Fokus utamanya mencakup peningkatan pemahaman hak-hak anak, strategi pencegahan kekerasan, perlindungan dari ancaman pergaulan, hingga bahaya pernikahan dini.
Sekretaris LPA Kabupaten Probolinggo, Muslimin Syaba, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membentengi generasi muda. Menurutnya, pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada satu institusi semata, melainkan butuh keterlibatan aktif dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah.
“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini penting agar anak, orang tua, pendidik, dan masyarakat memahami hak anak serta mengetahui langkah konkret yang harus diambil ketika menemukan tindakan kekerasan atau persoalan anak di sekitarnya,” kata Muslimin.
Di tempat terpisah, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Imam Muddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., menjelaskan bahwa program sinergi ini berorientasi pada pembangunan karakter dan ketahanan generasi mendatang.
“Kementerian Agama terus mendorong penguatan ketahanan keluarga dan pembinaan generasi muda. Anak harus mendapatkan ruang yang kondusif untuk tumbuh, belajar, mengembangkan potensi, serta meraih cita-cita dalam lingkungan yang aman dan penuh perhatian,” ungkap Imam.
Hadir sebagai narasumber, Lailatul Fikriyah, menyoroti aspek pendampingan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Ia menekankan bahwa edukasi membentengi diri serta pemahaman risiko perkawinan usia anak menjadi benteng utama agar remaja tidak terperosok ke dalam permasalahan masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai wacana di ruang sosialisasi saja, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu didampingi agar mampu menjaga diri, berani bersuara saat menghadapi intimidasi, dan tetap fokus menata masa depannya,” tegas Lailatul.
Selama acara berlangsung, dinamika ruang sosialisasi tampak hidup. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta merespons berbagai materi yang dipaparkan. Sinergi antara Kemenag dan LPA Kabupaten Probolinggo ini diharapkan terus bergulir konsisten demi menjangkau lebih banyak sekolah dan lingkungan masyarakat di Kabupaten Probolinggo.(Red**).
.
