PROBOLINGGO, PATROLI POS
Sinergi lintas sektoral terus digelorakan demi memajukan kualitas pendidikan keagamaan di daerah. Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama Komisi VIII DPR RI menggelar forum serap aspirasi melalui kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng” yang mempertemukan para pengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah, serta para guru ngaji.
Acara yang dihelat pada Kamis (29/10/2026) ini menghadirkan Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania, S.I.AN., M.M., bersama jajaran Kemenag Kabupaten Probolinggo. Forum tersebut difokuskan untuk membedah berbagai persoalan mendasar, mulai dari aspek tata kelola kelembagaan, legalitas, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan di akar rumput.
Dalam paparannya, Dini Rahmania menekankan bahwa guru ngaji dan pengelola TPQ memegang peran paling krusial sebagai fondasi awal pembentukan karakter anak bangsa. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka serta eksistensi lembaga pendidikan Islam harus terus diperjuangkan secara konkret lewat kebijakan di level nasional.
“Lembaga-lembaga pendidikan Islam dan para guru ngajinya harus diperjuangkan agar memperoleh perhatian yang lebih baik. Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren juga harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk menguatkan pendidikan keagamaan secara menyeluruh,” ujar Dini di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Ia juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi dan keakuratan data kelembagaan bagi para pengelola TPQ maupun madrasah. Menurutnya, validitas data menjadi kunci utama agar setiap program intervensi maupun bantuan dari pemerintah dapat tepat sasaran sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori, S.Ag., M.Pd.I., M.Sy., mengapresiasi kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah para pendidik keagamaan. Ia menilai forum dialog interaktif ini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kendala nyata di lapangan secara langsung kepada pemangku kebijakan.
“Ngopi Bareng ini menjadi sarana strategis untuk menjembatani kebutuhan riil di lembaga pendidikan keagamaan dengan arah kebijakan pemerintah. Kami berharap aspirasi terkait peningkatan mutu pembelajaran hingga kesejahteraan pendidik dapat terakomodasi dengan baik,” ungkap Ansori.
Selain isu kesejahteraan dan kelembagaan, kegiatan ini turut diisi dengan materi penguatan moderasi beragama oleh Dr. Ubaidillah dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan upaya mengubah doktrin ajaran agama, melainkan ikhtiar menumbuhkan cara pandang yang seimbang, toleran, serta menghargai keragaman di tengah masyarakat—termasuk mengambil teladan kerukunan dari kearifan lokal masyarakat sekitar Gunung Bromo.
Melalui sinergi yang terbangun antara Kemenag, legislatif, dan para pengelola pendidikan keagamaan ini, diharapkan mutu pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo semakin berdaya saing, inklusif, serta mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta tanah air. (Mp/Red**).
