LUMAJANG, PATROLI POS
Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kg atau “gas melon” di Kabupaten Lumajang memicu amarah besar Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si. Sosok yang akrab disapa Bunda Indah ini secara terang-terangan meluapkan kegeramannya terhadap praktik manipulasi yang menjadi dalang kesulitan warga. Melalui unggahan di akun media sosial TikTok @cerita.bunda.indah, Bunda Indah membongkar modus baru di mana gas subsidi 3 kg dipindahkan ke tabung 12 kg oleh oknum agen dan pangkalan nakal.
Bunda Indah menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas 3 kg adalah Rp18.000, dan di luar harga tersebut pemerintah sama sekali tidak mengizinkan. Ia mengingatkan bahwa pangkalan merupakan lini terakhir yang seharusnya melayani masyarakat, bukan justru menyengsarakan mereka. Dengan mengenakan baju yang biasa dipakai saat masa pencalonan, Bunda Indah ingin menunjukkan simbol komitmen kuat bahwa dirinya tetap teguh membela kepentingan rakyat kecil.
Menurutnya, persoalan gas melon bukan sekadar masalah harga murah, melainkan dampak sosial yang luas karena banyak warga kurang mampu dan pemilik warung kecil yang melapor kesulitan mencari gas hingga terpaksa memasak menggunakan kayu bakar. Bupati secara tegas memerintahkan agar praktik pemindahan gas tersebut dihentikan total mulai hari ini. Ia juga menginstruksikan jajaran terkait untuk tidak ragu mencabut izin dan menutup pangkalan-pangkalan yang terbukti mencoba menyakiti hati rakyat dengan melakukan manipulasi stok maupun harga. (Rudi Hartono).
