LUMAJANG, PATROLIPOS – Dampak musim kemarau yang berkepanjangan, menjadi agenda khusus warga dusun Wangkit, desa Sentul, kecamatan Sumbersuko, kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk berjuang melawan kekeringan utamanya kebutuhan air bersih. Puluhan Warga setempat bergotong royong bahu membahu berjuang untuk mendapatkan air bersih, Minggu (21/01/2024).
Musim kemarau yang cukup panjang berimbas pada kurangnya air, bukan hanya untuk air irigasi untuk air bersih pun juga sangat kesulitan. Hal inilah yang mendorong Ali Misnadi seorang aktifis sosial kemasyarakatan desa Sentul, kecamatan Sumbersuko menggerakkan warga dusun Wangkit bergotong royong mengalirkan air dari desa sebelah untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Kepada awak media saat dikonfirmasi Ali mengatakan, bahwa dirinya mempunyai lahan yang memang mengandung sumber mata air yang cukup untuk diambil airnya untuk kebutuhan air bersih. “Saya punya lahan yang ada sumber mata airnya, tetapi berada di desa sebelah yaitu tepatnya di dusun Clarak, desa Jokarto kecamatan Tempeh. InsyaAllah kalau untuk dialirkan ke desa Sentul sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih”, ujar Ali.
Akhirnya dengan support pribadi 150 batang pipa pvc ukuran 3 dim, Ali beserta para warga bahu membahu mengalirkan air dari mata air yang berada di lahan milik Ali Misnadi di dusun Clarak, desa Jokarto tersebut ke dusun Wangkit, desa Sentul. Hal ini menjadi sorotan karena puluhan warganya bersatu untuk mengatasi kekeringan yang melanda, tanpa ada sentuhan tangan pemerintah terhadap perjuangan untuk mendapatkan air bersih.
Ali menuturkan bahwa kebutuhan air bersih kedepannya sangat diperlukan masyarakat dalam kesehariannya, baik untuk mandi, cuci atau air minum, jika kita mengambil air tanah terus menerus maka di khawatirkan cadangan air tanah akan surut dan akan berakibat bencana kekurangan air bersih. “Sumber mata air dilahan kami selama ini hanya di buang dan tidak termanfaatkan baik untuk irigasi ataupun air minum, selama ini air di buang ke sungai asem”, ungkap Ali.
“Saya bermimpi, kedepannya air ini mampu memenuhi kebutuhan satu dusun, sehingga masyarakat tidak perlu menggali sumur dan beli pompa air untuk kesehariannya, hal ini akan menghemat pengeluaran masyarakat, disisi lain jika saya diberi kelebihan rejeki maka sumber mata air akan kami bendung dan kami alirkan ke dusun kami agar para petani juga menikmati air irigasi untuk usaha taninya”, pungkasnya. (Dalin)
