Oplus_0
Probolinggo, Patrolipos
Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahap pertama tahun anggaran 2024. Acara ini berlangsung di aula kantor desa dan dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi pembangunan. Selasa (21/05/2024)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wonorejo, Siti Sahada, bersama Bendahara Desa Wonorejo, Su’id. Hadir pula dalam acara ini Camat Wonomerto, Drs. Ali Kusno, M.Si, Sekcam Wonomerto, Rasyidi, S.sos, Mm Kasi Pemerintahan Kecamatan Wonomerto. Pungki Tri Anggoro, S.Sos, MM, Kasi Ekobang Kecamatan Wonomerto, Bambang Mulyono, S.Sos, Danramil 0820/07 Wonomerto yang diwakili oleh Sertu Sudirman, Kapolsek Wonomerto, Yang Diwakili oleh Aipda Yanuardi, SH, Ketua BPD Desa Wonorejo, Umiyatul Hasanah, pendamping desa Kecamatan Wonomerto, pendamping lokal desa, perangkat desa, serta para tamu undangan lainnya.
Tujuan dari Monev ini adalah untuk memastikan bahwa dana desa digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati.
Dalam Sambutannya kepala Desa Wonorejo. Siti Sahada. menyampaikan, pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan APBDes.
Kami berkomitmen untuk mengelola dana desa dengan baik agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Monev ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai rencana,” ujar kepala desa Wonorejo. Siti sahada. Saat Di Konfirmasi oleh awak media Patrolipos.

Sementara itu, Camat Wonomerto Drs. Ali Kusno M.Si mengatakan “Perlu diketahui, kehadiran tim monev ini bertujuan sebagai Persyaratan untuk proses pencairan Dana Desa berikutnya. Kemudian sesuai dengan rakor bersama Pj Bupati Probolinggo, bahwa beberapa hal yang perlu mendapat perhatian utamanya yang ada di desa diantaranya penghapusan adanya kemiskinan ekstrim. Selain itu adanya peningkatan pantauan terhadap kebutuhan masyarakat misalnya RTLH, Stunting dan meningkatkan peran posyandu, karena stunting ini banyak indikator penyebabnya.”Ujarnya.
Lebih lanjut, Ali Kusno menambahkan faktor utama stunting yakni adanya gizi buruk. “Untuk itu kami meminta pemdes melalui kader posyandu untuk terus eksis memantau hal tersebut. Kami berharap kemajuan desa juga didukung dengan segala kebutuhan yang diperlukan warga.”tambahnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan administrasi. Tim Monev memeriksa dokumen-dokumen terkait penggunaan dana desa untuk memastikan semua prosedur administrasi telah dipenuhi dengan benar.
Selanjutnya, tim Monev bergerak menuju lokasi pembangunan untuk melakukan pengecekan fisik. Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah Pembangunan RTLH disusun Bukkol RT 13, RW 03. Dengan adanya program bantuan RTLH, harapannya adalah semakin banyak keluarga yang bisa menikmati rumah yang layak huni, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih baik dan produktif. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan dapat menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.
Setelah Itu Dilanjutkan untuk Pengecekan pembangunan jalan paving di Dusun Bukkol RT 12, RW 04. Desa Wonorejo yang dibiayai oleh APBDes tahap pertama tahun 2024. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mempermudah mobilitas warga desa, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dengan adanya kegiatan Monev ini, Desa Wonorejo menunjukkan komitmennya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam proses pembangunan dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
