Probolinggo, Patrolipos
Pandemi Covid 19 dan efek domino dari perang yang terjadi di Eropa Timur telah memperlambat gerak roda perekonomian global. Bahkan, memasuki tahun 2023, muncul kekhawatiran adanya resesi yang akan menghantam perekonomian. Untuk mencegah hal tersebut, maka segenap elemen bangsa wajib berkolaborasi, bahu-membahu dan menyelenggarakan aksi nyata dalam bentuk kegiatan-kegiatan ekonomi kerakyatan.
Mengapa ekonomi kerakyatan? Hal ini dikarenakan ekonomi kerakyatan terbukti tangguh untuk bertahan dalam krisis moneter 1998 silam.

Foto : Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. Jabatan : DPL KKNT MBKM UPN Veteran Jatim
Ekonomi kerakyatan adalah gagasan sistem ekonomi yang dicetuskan oleh Bung Hatta dan dipandang cocok untuk Indonesia. Bahkan Bung Hatta dianggap sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan Indonesia. Ekonomi kerakyatan adalah konsepsi perekonomian yang berbasis pada potensi rakyat / wong cilik yang bergotong royong untuk menggerakkan roda perekonomian. Suatu konsepsi
“dari, oleh dan untuk wong cilik” dalam sektor ekonomi. Ekonomi kerakyatan menurut ILO (International Labour Organization) adalah sistem ekonomi yang bersifat tradisional dan dilakukan oleh masyarakat lokal untuk kebutuhan hidupnya.
Masyarakat lokal dalam hal ini adalah masyarakat dengan usaha seperti pedagang kecil dan UMKM. Pedagang kecil dan UMKM inilah yang perlu didorong agar semakin tangguh dan berkembang.
Wujud bagaimana kegiatan ekonomi kerakyatan diselenggarakan, dapat disaksikan dalam kegiatan “Bazar Ramadhan dan Santunan Anak Yatim” yang dilaksanakan di Omah Caffe Prapatan Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada Jumat 31 Maret 2023.
Sebuah kegiatan yang kental dengan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan dalam bingkai Bulan Ramadhan. Terdapat beberapa produk unggulan yang diperdagangkan, seperti aneka makanan, minuman khas, makanan kecil / cemilan buatan lokal, aneka sambal, jajanan, dan oleh-oleh unik yang menarik.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi pilar-pilar pentahelix yaitu Akademisi (mahasiswa KKNT MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur), Pemerintah Desa Laweyan yang juga didukung oleh jajaran Forkopimka Sumberasih, Perusahaan / Lembaga Bisnis yaitu BUMDES Laweyan,
Komunitas UMKM, dan Media. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 7 hari dan akan diikuti oleh 8 UMKM unggulan. Ada tiga tujuan utama dari kegiatan ini. Pertama, Bazar Ramadhan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa, khususnya untuk wisata kuliner menjelang berbuka puasa.
Kedua, sebagai wahana memperkenalkan produk UMKM unggulan. Ketiga, untuk meningkatkan pendapatan UMKM. Dengan demikian, UMKM yang ada di Sumberasih pada umumnya dan desa Laweyan pada khususnya diharapkan akan semakin tangguh dan berkembang.
Oleh sebab itu, tidak berlebihan kiranya jika kegiatan-kegiatan semacam ini diselenggarakan pula di wilayah lain. Harapannya agar perekonomian Indonesia semakin tangguh dan dapat menghadapi potensi ancaman resesi global.
Dalam kegiatan tersebut, juga ada bakti sosial, yaitu pemberian santunan kepada anak yatim.
Kegiatan Bazar Ramadhan tersebut, dibuka oleh Kapolsek Sumberasih Iptu Agus Santoso SH dan dihadiri oleh elemen Forkopimka, Jajaran Pemerintah Desa Laweyan, Dosen Pembimbing Lapangan, PIC dan Mahasiswa KKNT MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur, serta tokoh-tokoh masyarakat dan undangan yang hadir lainnya. Dalam kegiatan tersebut terlihat sekali antusiasme para pelaku UMKM dan masyarakat konsumen. Sungguh suatu kegiatan yang menjadi wujud ekonomi kerakyatan.
Reporter : Sayful/Sika Putri Tania/Natasa Fadillah.
Penulis : Kalvin Edo Wahyudi
