PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali menggemparkan masyarakat Kota Probolinggo. Seorang ayah bernama Suwandi resmi melaporkan kejadian tragis yang menimpa putrinya, Sdri. Salwa, ke Polres Probolinggo Kota pada Kamis malam 26/11/25, pukul 20.30 WIB. Pelaporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/160/XI/2025/SPKT/POLRES PROBOLINGGO KOTA/POLDA JATIM.
Dalam laporan itu, korban diduga menjadi korban tindakan bejat oleh Inisial RBT (24) tahun dan beberapa rekannya, yang melakukan aksi tersebut secara bergantian di dalam sebuah rumah kosong di Jl. Ikan Tongkol, Kelurahan Mayangan, pada Minggu dini hari, 16 November 2025 sekitar pukul 02.00–03.00 WIB. Akibat tindakan tersebut, korban mengalami rasa sakit di bagian alat kelamin.
Proses pelaporan ini didampingi langsung oleh Ketua Umum DPP LSM LIHAT (Lingkar Indonesia Hebat), Agus Sugianto, sebagai bentuk komitmen lembaga dalam memberikan pendampingan hukum kepada korban dan keluarga.
Ketua Umum DPP LSM LIHAT, Agus Sugianto, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengecam keras tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat.
“Kami mendesak penyidik Polres Probolinggo Kota untuk segera melakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku. Ini adalah kejahatan berat yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Anak di bawah umur adalah korban yang harus dilindungi oleh negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa DPP LSM LIHAT akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas. Ia memastikan tidak akan ada ruang bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak untuk lolos dari jerat hukum.
Pihak keluarga korban berharap agar penyidik segera mengambil langkah-langkah hukum sesuai ketentuan Pasal 81 dan Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mengatur ancaman pidana tegas terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak.
Kasus ini masih terus dalam proses penyelidikan, dan masyarakat diminta turut berperan serta dalam memberikan dukungan moral kepada korban serta membantu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Red**
