PROBOLINGGO, PATROLI POS
Isu krusial seputar penguatan kualitas tenaga pendidik dan maraknya kasus pernikahan usia anak menjadi fokus utama dalam forum Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) yang digelar di Aula MAN 2 Probolinggo, Sabtu (17/10/2026). Ketua Persaudaraan Pensiunan Pegawai Kementerian Agama Republik Indonesia (PPPKA) Kabupaten Probolinggo Dr. H. Rosyadi badar memprakarsai (NGOPI) Bersama Dr. H. Samsur, M. Pd. I., Kakemenag, Prof. Dr. H. Abdul Muis, S. Ag. ini menjadi wadah diskusi interaktif lintas sektoral untuk merumuskan masa depan pendidikan Islam sekaligus merespons tantangan sosial di daerah.

Kegiatan bertema “Penguatan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan” tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Tampak hadir Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag RI Prof. Dr. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Dekan FTIK UIN KHAS Jember Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Dr. Samsur. Jajaran pejabat Kemenag, pengawas madrasah, hingga jajaran pimpinan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Probolinggo turut memadati lokasi acara.
Dalam pemaparannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menggarisbawahi bahwa penanganan isu pernikahan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan komitmen dan sinergi kolektif dari berbagai elemen—mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Upaya pencegahan ini dipandang perlu melampaui sosialisasi semata, dengan menyentuh ranah edukasi langsung, pendampingan keluarga, dan pembentukan kesadaran publik yang berkelanjutan.
Guna memperkuat langkah preventif tersebut, Samsur mendorong terbitnya regulasi daerah berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan Pernikahan Anak. Keberadaan Perda ini diharapkan menjadi payung hukum dan landasan kokoh bagi koordinasi antarinstansi di Kabupaten Probolinggo, sehingga pendekatan edukatif, sosial, dan keagamaan dapat berjalan secara terpadu dan terukur.
Di sisi lain, forum NGOPI ini menjadi momentum krusial bagi peningkatan kapasitas dan mutu pendidikan madrasah. Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dinilai sebagai proses berkesinambungan yang memerlukan inovasi pembelajaran serta fleksibilitas dalam mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterlibatan perguruan tinggi seperti UIN KHAS Jember dipandang mampu mempercepat transfer keilmuan, sementara madrasah berperan langsung sebagai ruang eksekusi inovasi pembelajaran di lapangan.
Ketua PPPKA Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Rosyadi Badar, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan bahwa forum NGOPI tidak sekadar wadah silaturahmi bagi para purna tugas Kemenag, tetapi juga wujud kontribusi nyata dalam memfasilitasi pertukaran gagasan demi kemajuan pendidikan Islam dan penyelesaian persoalan sosial di Kabupaten Probolinggo. (Mp/Red**).
