PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo sukses menggelar acara Jalan Sehat Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Sabtu (17/10/2026). Acara yang berlangsung meriah ini dibuka dan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin.
Kegiatan jalan sehat ini mengambil titik start dari SMP Sunan Giri dan berakhir di finish yang berlokasi di Halaman Masjid Agung atau kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo. Ribuan peserta dari seluruh lapisan masyarakat Kota Probolinggo, khususnya kalangan santri pesantren serta siswa-siswi madrasah di lingkungan Lembaga Ma’arif NU, tampak memadati sepanjang rute yang telah ditentukan.

Suasana kebersamaan di sepanjang jalanan Kota Probolinggo terasa sangat khas dan kental dengan nuansa pesantren. Selain sebagai sarana olahraga, acara ini juga mengajak masyarakat merayakan kembali tradisi santri, salah satunya dengan mengenakan sarung yang menjadi bagian unik dari identitas pesantren. Penggunaan sarung oleh para peserta memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat esensi peringatan Hari Santri.
Ketua Panitia, Ahmad Fais, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum untuk berkumpul, berolahraga, sekaligus mempererat tali silaturahmi.
“Jalan Sehat Bersarung ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan merawat tradisi pesantren. Kami mengajak masyarakat Kota Probolinggo untuk ikut memeriahkan Hari Santri dengan semangat kebersamaan,” ujarnya di sela-sela acara.

Keseruan acara semakin bertambah dengan dibagikannya beragam hadiah menarik secara gratis melalui undian kupon. Panitia menyediakan hadiah utama berupa satu paket umrah gratis, serta berbagai hadiah menarik lainnya seperti 10 voucher umrah senilai Rp5 juta, kulkas, kipas angin, dispenser, kambing, hingga voucher wisata Bromo.
Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kegembiraan dari awal hingga akhir. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara ulama, umara, santri, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Probolinggo. (INF/Red**).
