SURABAYA, PATROLI POS
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan bahwa kegiatan Walk for Harmony 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan lintas agama, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan yang digelar Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Islam di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu 30 November 2025.
Kegiatan Walk for Harmony mengusung tema “Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat” dan diikuti sekitar 3.000 peserta dari unsur ASN, tokoh agama, masyarakat umum, pelajar, dan komunitas lintas iman. Para peserta juga membawa pesan-pesan kebaikan seperti “Zakat, Infaq, Shadaqah Berdampak Maslahat” dan “Sehat Itu Indah, Jujur Itu Indah.”
Acara turut dihadiri Wakil Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, Sekjen Kemenag, Dirjen Bimas Islam, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah. Menteri Agama RI tidak dapat hadir karena agenda kunjungan ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan sehari sebelumnya, dan diwakili oleh Dirjen Bimas Islam.
Terpisah usah pelaksanaan Walk For Harmony (WFH) Kepala Kemenag kabupaten Probolinggo Dr. Samsur menegaskan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama, terutama memasuki masa perayaan akhir tahun. “Walk for Harmony ini menjadi momentum menguatkan hubungan lintas agama. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, Kemenag hadir sebagai pelayan semua umat dan ikut menjaga toleransi demi terciptanya suasana rukun di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Senin, 1 Desember 2025 besok, jajaran Kemenag Kabupaten Probolinggo akan mengikuti rapat koordinasi Nataru 2026 bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Yang bisa dilakukan Kemenag dalam Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2026;
1. Menjaga Kerukunan Umat Beragama
Berkoordinasi dengan FKUB, tokoh agama, dan penyuluh untuk memastikan suasana rukun dan kondusif.
2. Monitoring Peribadatan Natal
Mendata gereja yang menggelar ibadah dan memastikan pelaksanaannya aman melalui koordinasi dengan Polri, TNI, dan Pemda.
3. Pengamanan Rumah Ibadah
Mendukung keamanan lokasi perayaan Natal dan menggerakkan penyuluh sebagai deteksi dini.
4. Pengawasan Madrasah dan Pesantren
Mengimbau lembaga pendidikan menjaga keamanan selama libur dan mengawasi kegiatan yang masih berlangsung.
5. Pelayanan Publik Selama Nataru
Menetapkan piket layanan, memastikan layanan keagamaan tetap berjalan.
6. Koordinasi Lintas Sektoral
Berkoordinasi dengan Pemkab, Forkopimda, dan aparat keamanan serta menyampaikan laporan situasi bila diperlukan.
7. Edukasi dan Informasi Publik
Mengimbau masyarakat menjaga toleransi dan tidak menyebarkan hoaks melalui peran aktif penyuluh agama.
Acara ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan, toleransi, dan kedamaian demi harmoni kehidupan berbangsa. Mp/Red**
