Surabaya, Patroli Pos
Suasana Asrama Haji Surabaya pada Kamis 14/08/2025 dipenuhi semangat dan kebersamaan saat berlangsung Festival Lalaran serta Lomba Debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam rangka Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) Tingkat Provinsi Jawa Timur. Ajang ini menjadi seleksi duta terbaik Jawa Timur untuk mengikuti MQKN tingkat nasional di Wajo, Sulawesi Selatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PD Pontren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, H. Imam Turmidzi, S.Ag., M.H.I. Dalam sambutannya, ia mengucapkan syukur atas kesehatan seluruh peserta dan undangan, serta menyampaikan salam penghormatan kepada dewan hakim.
Mengaitkan momentum ini dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, H. Imam Turmidzi mengingatkan bahwa Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945. “Sebagai bentuk terima kasih, pemerintah Indonesia baru-baru ini mengirimkan 800 ton bantuan makanan dan obat-obatan ke Palestina. Bahkan, Selandia Baru juga segera mengakui kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. “Negara harus hadir dan berpihak kepada pesantren. Kini pendidikan pesantren diakui setara dengan pendidikan formal. Santri bisa menjadi apa saja sesuai cita-cita,” tegasnya. Ia berharap kafilah Jawa Timur meraih prestasi di tingkat nasional dengan tetap menjaga sikap rendah hati.
Acara diawali dengan lantunan merdu Fathir Zulfian Alfi, Qori Festival Lalaran yang akan mewakili Jawa Timur pada MTQ Nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara. Laporan kegiatan disampaikan oleh Dr. Nur Yasin Shirothol Mustaqim, yang menjelaskan bahwa kegiatan ini didasarkan pada UU No. 18 Tahun 2019 sebagai sarana pembinaan santri dalam penguasaan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, seni lalaran, serta pemilihan duta MQKN.
Sebanyak 136 santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur ambil bagian. Dewan hakim berasal dari MUI Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Pondok Pesantren Lirboyo, GP Ansor, dan Politeknik Negeri Malang.
Seluruh peserta memperoleh penghargaan, pembinaan, dan sertifikat. Juara pertama akan menjadi delegasi resmi Jawa Timur di MQKN tingkat nasional. Kegiatan ini didanai dari DIPA Kanwil Kemenag Jatim.

Turut hadir Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim, para Kasi PD Pontren Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Timur, dewan juri, serta para kepala tim Kanwil Jatim.
Kemeriahan dan sportivitas yang tercipta menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga membentuk generasi yang menguasai bahasa internasional dan siap bersaing di tingkat nasional. Mp
