Probolinggo, Patroli Pos
Di tengah tantangan moral generasi muda dan rendah nya penerapan karakter yang aplikatif, muncul lah pemikiran dengan kebutuhan sebuah media yang sederhana namun aplikatif, berbekal pengamatan, salah satu permasalahan nyata yang sering terjadi di kelas,seringnya peserta didik keluar membeli alat kebutuhan/alat tulis, hal ini bukan hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga menjadi momen hilangnya kesempatan menanamkan nilai karakter, seperti jujur,tanggung jawab dan mandiri.
Berawal dari pengamatan sederhana guru di kelas terhadap perilaku peserta didik, muncul ide bagaimana jika di sediakan alat tulis langsung di kelas, yang bisa di akses mandiri oleh peserta didik tanpa pengawasan. Guru kemudian berdiskusi dengan Kepala Sekolah untuk Menyusun konsep inovasi berbasis kepercayaan sebagai sarana pembiasaan nilai kejujuran.
Ide Kantin kejujuran Kelas di pilih karena memiliki keunikan Murah, Mudah dan berdampak langsung di bandingkan dengan mengajarkan kejujuran lewat teori, kantin kejujuran kelas ini memberikan praktik nyata siswa membeli alat tulis sendiri, membayar dan mengambil uang kembalian secara jujur, selain menjawab kebutuhan praktis program ini juga mendidik karakter dalam bentuk sederhana namun efektif.
Kepala Sekolah SMPN 2 Leces Lilik Kustini, S.Pd, memaparkan pada saat mensosialisasikan Kantin kejujuran sangat respek sekali dan tepat berkaitan dengan program tersebut agar siswa bisa berperilaku jujur.
Bagi siswa kantin ini meningkatkan kejujuran, kemandirian serta literasi keuangan dasar, bagi guru atau tenaga pendidik ini menjadi solusi atas gangguan pembelajaran dan media penguatan karakter, sekolah mendapatkan budaya baru, yaitu budaya jujur dan tertib, Pemerintah daerah pun memperoleh model inovasi yang mudah di replikasi dan mendukung Pendidikan karakter.
Kini suasana belajar makin kondusif, siswa tidak perlu keluar kelas dan nilai nilai karakter mulai tumbuh dalam Tindakan nyata, kantin ini bukan hanya sekedar tempat jual beli akan tetapi menjadi ruang pelatihan kepribadian, bahkan semangat gotong royong dan kepedulian siswa meningkat.
Inovasi ini sudah di terapkan di semua kelas di SMPN 2 Leces dan siap di replikasi ke sekolah lain di Kabupaten Probolinggo. Red**
