Probolinggo, Patrolipos
Demi menjaga kualitas dan integritas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Pemerintah Kota Probolinggo melaksanakan Sosialisasi Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kamis (19/9) pagi. Kegiatan yang dihelat di Ruang Puri Manggala Bhakti ini melibatkan para anggota Korpri dari Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Materi sosialisasi disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, bersama Sekretaris Daerah, drg. Ninik Ira Wibawati, serta perwakilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo, Putut Gunawarman.

Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi, Nurkholis menekankan pentingnya menjaga netralitas ASN dalam Pilkada. Ia mengingatkan bahwa Pilkada memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres), karena calon yang bertarung umumnya lebih dikenal oleh masyarakat setempat.
> “Pilkada itu berbeda dengan Pilpres. Kalau Pilpres, mungkin kita tidak mengenal para calonnya karena mereka berada di Jakarta, namun dalam Pilkada, calonnya biasanya adalah orang-orang yang kita kenal,” ujar Nurkholis.
Nurkholis juga berharap agar suasana Kota Probolinggo tetap kondusif selama masa Pilkada. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga keharmonisan dan tidak saling menjelekkan antar pendukung calon.
“Saya berharap suasana Kota Probolinggo tetap sejuk. Tidak usah saling menjelekkan, agar persaudaraan dan pertemanan tetap terjaga,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, drg. Ninik Ira Wibawati, memaparkan landasan hukum terkait netralitas ASN. Di antaranya adalah pasal 9 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2023 Tentang ASN dan pasal 280 ayat (1) huruf f UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Ia juga mengingatkan ASN untuk bijak dalam menggunakan media sosial, karena tindakan kecil seperti memberikan “like”, berkomentar, atau membagikan postingan dapat berdampak besar.
“Kadang kita tidak sadar, jari otomatis membuat posting, comment, share, atau like. Padahal itu bisa mengarah pada pelanggaran netralitas. Jadi, mulai sekarang harus lebih berhati-hati,” tegas Ninik.
Materi berikutnya disampaikan oleh Putut Gunawarman dari Bawaslu Kota Probolinggo. Dalam pemaparannya, Putut menegaskan bahwa netralitas ASN menjadi salah satu tolok ukur penting dalam keberhasilan penyelenggaraan Pilkada.
“Netralitas ASN adalah kunci suksesnya pemilu. Jika ASN tidak netral, itu bisa menjadi indikasi negatif bagi pelaksanaan Pilkada,” jelasnya.
Acara sosialisasi ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, dengan kehadiran Kepala Disdikbud, Siti Romlah, beserta jajaran sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pilkada yang bersih dan demokratis.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh ASN di Kota Probolinggo dapat berperan aktif dalam menjaga netralitas dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan berintegritas.
Reporter : Sayful
Editor : Hermawan
Narasumber : Kominfo Kota
