MALANG, PATROLI POS
Guna mengoptimalkan peran dakwah dan pembinaan keagamaan, sebanyak 18 Penyuluh Agama Islam Kabupaten Probolinggo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama Angkatan I dan II. Kegiatan yang digagas oleh Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Jawa Timur ini dipusatkan di Balai Diklat Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang, selama tiga hari pada 13 hingga 15 Oktober 2026.
Keikutsertaan para penyuluh tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui Bimtek ini, para peserta dibekali materi untuk mengasah kemampuan komunikasi, memperluas wawasan keagamaan, serta memperkuat metodologi pendampingan masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman.
Ketua PW IPARI Jawa Timur, Syaifuddin Ma’arif, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi merupakan hal yang sangat krusial. Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya dituntut memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan agama secara bijak, komunikatif, dan relevan dengan persoalan di masyarakat.
Ia menambahkan, penyuluh agama memegang peran strategis dalam mendampingi masyarakat pada bidang keagamaan, pembinaan keluarga, penguatan moderasi beragama, serta pembentukan karakter dan akhlak mulia. Oleh karena itu, penguatan kapasitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar penyuluh makin adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial.
Melalui ajang bimbingan teknis ini, 18 Penyuluh Agama Islam asal Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas penyuluhan di wilayah masing-masing, menghadirkan layanan keagamaan yang lebih bermutu, serta mewujudkan kehidupan umat yang rukun, berdaya, dan berakhlak mulia. (Red**).
