SURABAYA, PATROLI POS
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Evaluasi Strategi dan Advokasi Keberlanjutan Intervensi Antigen Baru dan Penjangkauan Anak Zero Dose serta Pertemuan Mitra Lintas Sektor secara hybrid di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya.
Kegiatan ini diikuti jajaran Dinas Kesehatan, Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta seluruh Kasi PD Pontren kabupaten/kota se-Jawa Timur secara virtual.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat program imunisasi yang diinisiasi oleh CHAI (Clinton Health Access Initiative) di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas. Fokus kegiatan mencakup monitoring dan evaluasi pelaksanaan imunisasi antigen baru, serta penguatan koordinasi dan advokasi lintas sektor dalam penjangkauan anak Zero Dose.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan fasilitas layanan kesehatan swasta dalam pencatatan dan pelaporan imunisasi, serta peningkatan kapasitas perencanaan dan penganggaran program imunisasi di tingkat puskesmas. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menurunkan jumlah anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar (Zero Dose) dan memastikan cakupan imunisasi merata di seluruh Jawa Timur.

Apa itu Zero Dose?
Zero Dose adalah istilah bagi anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar sama sekali, khususnya imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama. Anak dalam kategori ini umumnya:
• Berusia 0–11 bulan 29 hari yang belum menerima imunisasi dasar pertama, atau
• Masih bisa dikejar imunisasinya hingga usia 59 bulan (5 tahun).
Identifikasi Zero Dose menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari layanan imunisasi, sehingga dapat mencegah penyebaran Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, polio, dan difteri. Anak yang belum menerima imunisasi dasar lebih rentan terhadap penyakit-penyakit berbahaya tersebut.

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I)
Program Imunisasi Nasional Kementerian Kesehatan RI mencakup pencegahan terhadap 13 penyakit, antara lain:
1. Tuberkulosis (TBC) – vaksin BCG
2. Hepatitis B – vaksin HB
3. Difteri – vaksin DPT
4. Pertusis – vaksin DPT
5. Tetanus – vaksin DPT dan TT/Td
6. Polio – OPV & IPV
7. Campak – vaksin MR
8. Rubella – vaksin MR
9. Pneumonia & meningitis akibat Hib – vaksin DPT-HB-Hib
10. Radang paru & meningitis akibat Pneumokokus – vaksin PCV
11. Diare berat akibat Rotavirus – vaksin Rotavirus
12. Japanese Encephalitis (JE) – vaksin JE
13. COVID-19 – vaksin COVID-19 sesuai kebijakan program
Dengan pelaksanaan pertemuan ini, Kementerian Agama Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung penuh upaya percepatan imunisasi, termasuk peningkatan edukasi dan pelibatan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendorong masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak.
Sinergi berkelanjutan antara sektor kesehatan dan keagamaan diharapkan menjadi kunci keberhasilan Jawa Timur dalam menurunkan angka Zero Dose dan memperluas perlindungan imunisasi bagi seluruh anak.
Kasi PD Pontren Kabupaten Probolinggo, Ansori, turut mengikuti dan menyimak setiap sesi kegiatan dengan saksama. Kehadiran Ansori menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyukseskan percepatan imunisasi Zero Dose. Usai mengikuti rangkaian pertemuan tersebut, Ansori kemudian mendampingi Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jatim dalam agenda visitasi ke sejumlah pondok pesantren serta pelaksanaan kampanye Pesantren Ramah Anak (PRA) di wilayah Probolinggo. Mp/Red**
