Probolinggo, Patroli Pos
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melaui Seksi PAIS dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, melaksanakan giat Monev TPG Dan TBTQ semester genap TP 2024/2025, juga Seminar Pendidikan bertema “Kembali Pada Misi Profetik:Melalui Wawasan Islam Wasatiyah (Moderasi Beragama) Dan Literasi Qurani (TBTQ) Menuju Pendidikan Berkarakter” untuk GPAI Penerima TPG jenjang Sekolah dasar pada dua Kecamatan yang meliputi Kecamatan Gending dan Kecamatan Dringu di gelar Kamis (19/06/2025).
Di awali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang di ikuti seluruh Peserta monev pada dua kecamatan yaitu GPAI Penerima TPG Kecamatan Gending dan Kecamatan Dringu.
Hadir pada kesempatan tersebut Kasi Pais Kantor Kemenag Kab.Probolinggo, Moh. Sugianto, S.Kom, Analis Mutu Akademik Khoiron Rosyadi, S.Ag, M.Sc, M.Pd, Pengadministrasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Hermawan, Pengawas PAI Agus Sahal, S.Pd.I, M.Pd.I, Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Dringu dan Nurhidayati, S.Pd.I, M.Pd.I, Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Gending.
Kepala Seksi PAIS Sugianto, dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme bagi para guru PAI. Guru PAI memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Oleh karena itu, Kemenag terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi mereka, dan dengan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala, diharapkan kualitas pembelajaran agama Islam di Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkat. Kementerian Agama berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi para guru PAI dalam menjalankan tugasnya. Ujarnya.
Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Gending Nurhidayati dalam giat monev tersebut menyampaikan bahwa di era digital, guru perlu menyesuaikan pendekatan mereka dalam membentuk karakter siswa dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu yang kuat. Salah satu peran utama guru adalah sebagai fasilitator pembelajaran yang memandu siswa dalam menggunakan teknologi dengan bijaksana.Mereka tidak hanya mengajarkan keterampilan digital, tetapi juga memberikan pemahaman tentang penggunaan yang etis, tanggung jawab, dan kesadaran akan dampak sosial dari teknologi tersebut. Guru memegang peran penting dalam membantu siswa mengembangkan literasi digital yang lebih dari sekadar penggunaan alat teknologi, tapi juga pemahaman mendalam tentang implikasi sosial, etika online, dan keamanan digital.
Dilanjukan Pengawas Pendidikan agama Islam kecamatan Dringu Agus Sahal, di harapkan bahwa guru dalam melaksanakan tugas nya sebagai tenaga pendidik perlu di dasari cinta, karena dengan rasa cinta akan timbul ikhlas, ikhlas dengan segala keadaan dan kondisi dalam melaksanakan segala tugas nya untuk peserta didik, maka apapun akan tidak terasa walaupun berat sehingga tenaga pendidik akan mempunyai integritas sehingga terciptalah loyalitas. Dan juga sebagai tenaga pendidik harus mempunyai rasa kejujuran Sebagai pembentuk karakter peserta didik.
Selanjutnya Analis Mutu Akademik pada Seksi PAIS Khoiron Rosyadi, menyampaikan terkait Seminar Pendidikan yang bertemakan Kembali Pada Misi Profetik:Melalui Wawasan Islam Wasatiyah (Moderasi Beragama) Dan Literasi Qurani (TBTQ) Menuju Pendidikan Berkarakter yang di ikuti seluruh GPAI yang hadir dengan sangat antusias.
Dilanjutkan dengan pemaparan tentang dua aplikasi yang wajib di miliki oleh Guru Pendidikan Agama Islam yaitu EMIS 4.0 dan SIAGA yang di sampaikan Pengadministrasi Tenaga Pendidik dan Pendidikan Hermawan, agar terdata di data base Kementerian Agama. Emis 4.0 adalah aplikasi yang akan mengintegrasikan sistem informasi dan data pendidikan Islam yang menjadi dasar kebijakan dan sumber informasi data publik. Data pendidikan menjadi kunci dalam peningkatan mutu layanan pendidikan dalam binaan Kemenag.
Ketersediaan data yang akurat dan akuntabel akan menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan yang tepat, perencanaan strategis, dan pelaksanaan program-program publik, sehingga kualitas data memiliki peranan yang sangat penting, Kementerian Agama dengan dicanangkannya program prioritas Menteri Agama di bidang transformasi digital layanan keagamaan, Kemenag terus berupaya menyempurnakan sistem pengelolaan data pendidikan agama dan keagamaan yang dikenal dengan Education Management Information System 4.0 (EMIS 4.0). Data pendidikan yang disajikan melalui EMIS 4.0 diharapkan dapat dijadikan acuan utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan pendidikan agama dan keagamaan sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien. Red**
