PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo meneguhkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Hal ini ditandai dengan prosesi penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Aula KPRI Al Ikhlas, Senin (2/2/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan mulai dari Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala Satker Madrasah Negeri, Kepala KUA se-Kabupaten Probolinggo, hingga jajaran pengelola keuangan dan perencana.
Komitmen Kolektif dan Kerja Terukur
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, dalam arahannya menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pernyataan moral dan profesionalisme. Ia meminta seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengingat satu bulan di tahun 2026 telah terlampaui.
“Waktu terus berjalan. Satu bulan sudah kita lalui, dan sebelas bulan ke depan harus kita isi dengan kinerja terbaik. Komitmen ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus dikerjakan bersama-sama,” tegas Samsur.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Lima Budaya Kerja Kementerian Agama. Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan keuangan negara adalah harga mati, di mana setiap ASN wajib patuh pada regulasi dan pengawasan sistem yang ada.
Inovasi Digital dan Asta Protas
Sejalan dengan program Asta Protas Kementerian Agama, Samsur menyoroti pentingnya akselerasi layanan berbasis digital. Inovasi ini dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik dan kualitas pelayanan.
“Tugas kita adalah bekerja sesuai aturan, bersih dalam pelayanan, dan berani berinovasi agar kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Fokus pada Ekoteologi dan Kemanusiaan
Ada hal menarik dalam arahan tahun ini, yakni penekanan pada isu ekoteologi. Samsur mendorong madrasah dan kantor KUA untuk memanfaatkan lahan kosong untuk penghijauan.
Bahkan, ia mencontohkan program inovatif di mana calon pengantin (catin) dilibatkan dalam gerakan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian lingkungan, mengingat wilayah Probolinggo memiliki tingkat kerawanan bencana tertentu.
Selain lingkungan, penguatan karakter di madrasah juga menjadi prioritas. Madrasah diharapkan menjadi ruang aman yang bebas dari perundungan (bullying) dan mampu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan serta moderasi beragama sejak dini.
Menuju Zona Integritas
Menutup arahannya, Samsur kembali mengingatkan seluruh ASN untuk menjauhi praktik korupsi, pungutan liar (pungli), dan gratifikasi. Pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari kedisiplinan diri dan transparansi anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Optimalisasi aplikasi SILA Kemenag dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) akan terus ditingkatkan guna memastikan manajemen kinerja ASN berjalan lebih efektif, terukur, dan terdokumentasi dengan baik.
Dengan penandatanganan ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo resmi memulai langkah nyata untuk mewujudkan birokrasi yang lebih melayani dan berdampak luas bagi masyarakat di tahun 2026. (Mp/Red**).
