PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menghadiri kegiatan Khotmil Qur’an dan Halal Bihalal yang digelar di Masjid Nurul Jadid Al-Qomari, Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. Samsur, perwakilan Pemerintah Kota Probolinggo, jajaran Pengurus MWCNU Wonoasih, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para santri dan alumni.
Wali Kota Probolinggo berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten III. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Wali Kota menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya karena menghadiri agenda lain, serta menitipkan salam ta’dhim kepada KH. Moh. Zuhri Zaini.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah dan mewujudkan kemaslahatan umat. Pemerintah Kota Probolinggo mencatat adanya peningkatan indeks pembangunan masyarakat yang tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak.
“Program strategis seperti penataan keindahan kota melalui ‘Probolinggo Kota Bersolek’ merupakan bagian dari upaya mendukung program Presiden Republik Indonesia serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan.
Sementara itu, Ketua P4NJ menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kehadiran KH. Moh. Zuhri Zaini yang memberikan penguatan spiritual bagi para santri, alumni, dan seluruh undangan.
Pada kesempatan tersebut, KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan mauidhah hasanah yang menekankan pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT serta budaya saling memaafkan. Menurutnya, halal bihalal merupakan tradisi yang memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan antar sesama manusia (hablum minannas), setelah sebelumnya umat Islam memperkuat hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) melalui ibadah Ramadhan.
Kyai Zuhri menegaskan bahwa dosa yang berkaitan dengan sesama manusia (haqqul adami) tidak akan terampuni tanpa adanya penyelesaian secara langsung dengan pihak yang bersangkutan.
“Kita harus menghindari perbuatan dzalim, seperti mengambil hak orang lain, merusak nama baik, serta ghibah. Perbuatan tersebut dapat mengurangi bahkan menghapus pahala amal ibadah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kyai Zuhri mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang bangkrut, yaitu mereka yang rajin beribadah namun tidak menjaga hubungan baik dengan sesama, sehingga pahala yang dimiliki habis untuk menutupi kesalahan terhadap orang lain.
KH. Zuhri Zaini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan saling menghargai sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan kondusif.
“Kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial serta meminimalisir potensi konflik,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Habib Qushay, para gus muda dari lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama, persatuan, dan kepedulian sosial semakin menguat di tengah masyarakat, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan berkeadaban.(Mp/Red**).
