KPK Menandai Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan pemberian penghargaan kepada salah satunya Kementerian Agama Dok.@ liputan6.com (Tim Humas dan komunikasi Publik Kemenag)
JAKARTA, PATROLI POS
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus memiliki loyalitas kepada negara yang diwujudkan melalui integritas, dedikasi, objektivitas, dan amanah. Pesan ini disampaikan dalam sambutannya pada rangkaian kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di lingkungan Kemenag.
Ketua KPK menekankan bahwa loyalitas merupakan dasar untuk mencapai puncak karakter ASN, yaitu amanah, suatu sifat yang hanya dapat dijaga dengan konsistensi integritas dalam bekerja dan melayani publik.
Konsep Kerja Gatotkaca: Gerak Cepat, Totalitas, dan Tanpa Celah Korupsi
Dalam sambutannya, Ketua KPK mengajak ASN Kemenag meneladani semangat Gatotkaca, tokoh pewayangan yang dikenal tangguh, cepat, dan setia.
“ASN yang mampu mengaplikasikan konsep kerja Gatotkaca akan jauh dari praktik korupsi. Gerak cepat ketika ada perintah atasan, Menag, maupun kebutuhan umat harus dilakukan secara totalitas, tidak setengah-setengah, sehingga tidak ada celah kongkalikong demi pelayanan umat,” tegas Ketua KPK.
Ia menekankan bahwa totalitas kerja dan kepatuhan pada prinsip pelayanan publik merupakan tameng utama mencegah penyalahgunaan kewenangan.
IDOLA dan KATOTKACA MESRA: Karakter ASN Berintegritas Zaman Kini
Ketua KPK juga menegaskan pentingnya penguatan karakter ASN yang tidak hanya kuat secara moral dan etika, namun juga kreatif dan adaptif.
ASN Kemenag diharapkan mengembangkan kemampuan sebagai berikut:
Berpikir dan bersikap kreatif, mampu menyelesaikan persoalan dengan solusi inovatif.
Adaptif, tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Cerdas intelektual dan cerdas hati, memadukan kecerdasan logika dengan kecerdasan moral.
Menjunjung keadilan, menjaga hati tetap bersih dalam setiap pelayanan publik.
Ia menambahkan bahwa pelayanan Kemenag kepada masyarakat harus berkarakter MESRA:
Melayani, Empati, Sepenuh hati, Ramah, dan Antusias. “Bangun kesadaran bersama. Layani masyarakat dengan mesra, karena dari pelayanan yang baik lahir kepercayaan publik yang menjadi modal utama pemberantasan korupsi,” pesannya.
Konsep “IDOLA dan Gatotkaca MESRA” tersebut diharapkan menjadi semangat baru ASN Kementerian Agama dalam memperkuat budaya integritas, memerangi korupsi, dan menghadirkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan terpercaya. (Mp/Red**).
