PROBOLINGGO, PATROLI POS
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Al-Ikhlas Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) Tahun 2025 pada Kamis (27/11/2025) di Nadia Hotel Sukapura. Kegiatan ini diikuti oleh 220 anggota dari total sekitar 618 anggota KPRI Al-Ikhlas.

Rapat anggota ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi kinerja koperasi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis untuk tahun buku mendatang. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah peningkatan kedisiplinan anggota dalam pengembalian pinjaman, mengingat kelangsungan koperasi sangat dipengaruhi oleh komitmen kolektif seluruh anggotanya.
Saat ini, aset KPRI Al-Ikhlas telah mendekati angka Rp10 miliar. Dari sisi pelayanan, koperasi telah memanfaatkan aplikasi khusus untuk mempermudah layanan simpan pinjam, administrasi keanggotaan, hingga pelaporan keuangan secara lebih cepat, efektif, dan transparan. KPRI Al-Ikhlas juga siap melayani pembiayaan pelunasan haji dan umrah, serta kebutuhan anggota lainnya selama memenuhi ketentuan kelayakan gaji.
Mewakili Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo, Yosep menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat ini sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola koperasi yang sehat, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan anggota.
Rapat secara resmi dibuka oleh Ketua KPRI Al-Ikhlas, Mohammad Sakdun, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur.

Meski tidak dapat mengikuti acara dari awal, Dr. Samsur hadir dan memberikan arahan sekaligus menutup kegiatan rapat. Dalam pengarahannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya dan memberikan apresiasi kepada KPRI Al-Ikhlas yang dinilainya telah berjalan dengan cukup baik.
“Koperasi ini milik bersama, milik kita semua. Meskipun tabungan hari tua yang sifatnya duniawi masih minim, tapi semangat kita harus tetap semangat ibadah. Menjaga koperasi sama dengan menjaga amanah bersama,” tegas Dr. Samsur.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan omzet koperasi sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan anggota. Salah satu strateginya adalah menjalin kerja sama dengan developer, distributor, dan perusahaan agar kebutuhan pokok anggota dapat dipenuhi dengan harga di bawah harga pokok pasar.
“Kita ingin koperasi bisa menjawab kebutuhan anggota. Pelayanan harus semakin efektif, efisien, dan memberikan kenyamanan. Pengurus juga harus lebih proaktif, jemput bola, terutama dalam penyediaan sembako dan kebutuhan pokok agar koperasi tetap sehat,” lanjutnya.
Selain itu, Dr. Samsur mendorong peningkatan unit usaha produktif, penguatan layanan simpan pinjam, serta optimalisasi belanja anggota melalui koperasi. Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen yang profesional, dibarengi dengan integritas dan tanggung jawab penuh dari seluruh pengurus.
“Pengelolaan koperasi harus semakin baik, profesional, dan tetap dengan pikiran yang positif. Saya berharap KPRI Al-Ikhlas terus berkembang menjadi koperasi yang kuat dan menyejahterakan anggotanya,” pungkasnya sebelum secara resmi menutup Rapat Anggota RK-RAPB Tahun 2025.
Melalui rapat ini, KPRI Al-Ikhlas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat manajemen, mengembangkan layanan berbasis kebutuhan anggota, serta menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi bersama menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Mp/Red**
