LUMAJANG, PATROLIPOS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Lumajang melakukan apel penandatanganan Perjanjian Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2024, dalam hal ini diserahkan kepada sekretaris KPU kabupaten Lumajang selanjutnya melakukan pemantauan proses sotir dan lipat surat suara di Gudang Bulog, Sumbersuko, Lumajang, Senin (15/01/2024).
Ketua KPU kabupaten Lumajang, Yuyun Baharita menggelar apel penandatanganan Perjanjian Kinerja KPU Lumajang tahun anggaran 2024. Dalam apel tersebut Yuyun melakukan penandatanganan perjanjian kinerja KPU dan diserahkan kepada sekretaris KPU Andi Tri Pawono SH. Yuyun berpesan kepada jajarannya, karena proses tersebut menjadi bagian krusial dalam memastikan kelancaran pesta demokrasi yang melibatkan masyarakat yang tinggi, maka logistik pemilu harus disiapkan dengan cermat untuk memastikan keberhasilan penyelenggaraan pemilu.
Dikatakan Yuyun kepada awak media saat memantau jalannya proses sortir dan lipat surat suara, bahwa dalam memasuki tahapan pemilu khususnya logistik berkenaan dengan ugorampe kebutuhan pemilu tahun 2024 dirinya konsentrasi ke pelipatan surat suara. “Surat suara yang harus dilipat sesuai dengan kebutuhan data untuk pemilu di kabupaten Lumajang, itu ada lima jenis surat suara. Mulai pilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPD, DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD ditambah 2 persen masing-masing TPS”, kata Yuyun.
“Jadi sesuai dengan skenario kami, InsyaAllah akan dilakukan pelipatan mulai kemarin tanggal 10 sampai dengan nanti tanggal 20 Januari. Itu meliputi sortir dan lipat surat suara, tahapan berikutnya adalah setting packing kebutuhan masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Termasuk ugorampenya, ada formulir, ada map segel, ada plano penghitungan dan lain sebagainya. Nanti kita akan melakukan tahapan itu setelah pelipatan surat suara ini selesai semua. Untuk tingkat kerusakan mulai kemarin tidak begitu banyak, sepanjang itu tidak merusak nomer, nama, lambang dan logo partai politik”, ungkap Yuyun.
Masih kata Yuyun, bahwa untuk proses sortir dan lipat surat suara tersebut dirinya melibatkan kurang lebih 360 orang tenaga pelipat. “Tenaga tersebut diambil dari lingkungan sekitar dari orang-orang yang kemarin datang untuk kepingin terlibat aktif, dan juga kami melibatkan saudara-saudara kita yang disabilitas. Sebagai bentuk keikutsertaan dalam rangka mengawal kegiatan demokrasi. Untuk honor dihitung berdasarkan perlembar, itupun ada rumusannya, kita kan punya yang namanya upah minimun kabupaten dibagi waktu, dibagi dengan berapa hasil yang didapat oleh pelipat masing-masing kelompok. InsyaAllah perlembar itu ketemu 291 rupiah perlembar”, tambahnya.
“Untuk pengawasan kami tidak mau kecolongan atau lengah, karena ini kan urusan dokumen negara. Termasuk ini obyekvital yang harus ada pengawasan utuh, kami melibatkan teman-teman di jajaran struktural KPU dan juga tidak kalah pentingnya dari kawan-kawan dari lembaga sebelah Bawaslu dalam hal ini. Termasuk dari aparat kepolisian dan juga teman-teman yang ditingkat PPK kami libatkan, sesuai harapan kami jangan sampai ada sesuatu hal yang menjadi potensi masalah urusan logistik”, pungkas Yuyun. (Dalin)
