PROBOLINGGO, PATROLI POS
Suasana jantung Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tampak berbeda dari biasanya dalam sepekan terakhir. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar merdu memenuhi ruang-ruang utama pusat pemerintahan kabupaten, menandai bergulirnya ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di ruang pertemuan Kantor Bupati Probolinggo serta Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan pada Sabtu (31/10/2026) ini berhasil menyedot perhatian publik. Sebanyak 389 peserta ambil bagian dalam ajang prestisius tersebut, terdiri atas 253 utusan dari 24 kecamatan serta 136 santri dari 13 pondok pesantren pilihan. Ajang ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaring kafilah unggulan yang dipersiapkan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2027 mendatang.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua IV LPTQ Kabupaten Probolinggo, Habib Anis bin Hamid Al Habsyi, menjelaskan bahwa para peserta bersaing ketat dalam empat cabang utama yang terbagi ke dalam 10 golongan lomba. Cabang-cabang yang dipertandingkan meliputi Tilawatil Qur’an untuk golongan dewasa, remaja, anak-anak, dan tartil; Hifdzil Qur’an dari kategori 1 juz hingga 20 juz yang dipadukan dengan seni tilawah; serta cabang beregu seperti Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an.
“Hasil dari kompetisi ini nantinya akan menjadi fondasi utama dalam pembinaan dan penjaringan kafilah. Kami mencari bibit-bibit terbaik yang siap membawa nama harum Kabupaten Probolinggo pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2027,” ujar Habib Anis.
Penyelenggaraan MTQ tahun ini semakin bermakna dengan diusungnya tema “Dengan MTQ Kita Wujudkan Kabupaten Probolinggo Semakin SAE: Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing”. Tema tersebut merefleksikan komitmen nyata dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas secara intelektual, serta berakhlakul karimah.
Di balik kemeriahan kompetisi dan perebutan gelar juara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Umum LPTQ, Ugas Irwanto, mengingatkan esensi utama dari pelaksanaan MTQ. Menurutnya, tujuan akhir dari ajang ini jauh melampaui sekadar perburuan trofi atau pencarian pemilik suara termerdu. Ia menekankan agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat membumi dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Al-Qur’an harus menjadi kompas dan pedoman hidup, baik dalam membangun keharmonisan keluarga, membina kerukunan masyarakat, hingga dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” tegas Ugas saat membuka acara secara resmi.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan gempuran modernisasi, Ugas menilai ajang MTQ sebagai benteng spiritual serta kultural yang kokoh bagi generasi muda. Ia berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam untuk menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman. Pada kesempatan yang sama, Ugas juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan mempererat tali silaturahmi, serta mengimbau dewan hakim untuk menjalankan tugas secara profesional dan transparan. (Red**).
