PROBOLINGGO, PATROLI POS
Keberhasilan gemilang kembali diukir oleh dunia pendidikan Kabupaten Probolinggo setelah salah satu pelajar terbaiknya sukses menduduki podium tertinggi. Valen Tri Dirga Nucahyo Sty Tamidy, siswa madrasah tsanawiyah negeri di wilayah tersebut, berhasil mengharumkan nama almamaternya dengan merengkuh Juara 1 pada ajang bergengsi Wushu Championship Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2026.
Kompetisi ketat yang menguji ketangkasan dan mental bertanding ini diselenggarakan selama lima hari penuh, terhitung sejak 28 Oktober hingga 1 November 2026. Bertempat di Gelora Abi As’ad, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, ajang ini menjadi medan pembuktian bagi ratusan atlet muda berbakat dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menampilkan teknik, kekuatan fisik, serta konsentrasi tingkat tinggi.
Bagi keluarga besar MTs Negeri 3 Probolinggo, pencapaian ini bukan sekadar raihan medali emas semata. Lebih dari itu, kemenangan Valen menjadi manifestasi nyata bahwa institusi madrasah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga berdaya saing tinggi di kancah olahraga prestasi. Olahraga bela diri wushu yang menuntut kedisiplinan ekstrem, koordinasi gerak, serta ketahanan mental berhasil dilalui Valen berkat proses latihan panjang yang penuh kesungguhan dan pengorbanan waktu.
Kepala MTs Negeri 3 Probolinggo, Aksan, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa bangganya atas capaian gemilang tersebut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak.
“Kami atas nama keluarga besar MTs Negeri 3 Probolinggo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga yang luar biasa atas prestasi ananda Valen Tri Dirga Nucahyo Sty Tamidy. Capaian Juara 1 Wushu Championship Piala Gubernur Jatim 2026 ini membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat regional maupun nasional. Semoga prestasi ini menjadi dorongan semangat bagi Valen untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memotivasi seluruh peserta didik lainnya agar berani mengasah bakat serta mengukir prestasi di bidangnya masing-masing,” ujar Aksan, S.Pd.
Sinergi yang harmonis antara pihak madrasah, keluarga, dan pelatih terbukti menjadi fondasi kuat dalam mengantarkan peserta didik mencapai puncak prestasi. Kemenangan ini diharapkan mampu menjadi momentum inspiratif serta pelecut semangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus membangun budaya berprestasi dan berkarakter. (Red**).
