Probolinggo, Patrolipos
Pemerintah Kota Probolinggo mengikuti tahap wawancara penilaian Nirwasita Tantra Kepala Daerah dan DPRD, sebagai pendalaman dari Laporan Dokumen Informasi Kinerja Lingkungan Hidup Daerah Tahun 2023. Wawancara tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo. Selasa (11/06/24)

Dalam pertemuan ini, Pj. Wali Kota Nurkholis bersama Ketua DPRD Abdul Mujib, Sekda Kota drg. Ninik Ira Wibawati, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Wawan Soegyantono, serta Kepala DLH Retno Wandansari, memaparkan pengelolaan lingkungan di Kota Probolinggo kepada para panelis.
Pj. Nurkholis menjelaskan berbagai inovasi program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Program-program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sektor swasta, pelajar, hingga komunitas.
Ada tiga fokus utama yang disoroti Nurkholis: pengelolaan sampah, alih fungsi lahan, dan penurunan kualitas air.
Pertama, mengenai pengelolaan sampah, Nurkholis mengakui bahwa partisipasi masyarakat yang rendah dalam pengelolaan sampah menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti sampah liar, banjir, dan emisi gas dari pembakaran sampah. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Probolinggo menjalankan berbagai program seperti Proklim, Kelurahan Berseri, Adiwiyata, Eco Pesantren, dan pembuatan biopori, serta meningkatkan peran bank sampah dan budidaya maggot di masyarakat.
“Kami mengatasi masalah sampah dengan program Proklim, Kelurahan Berseri, Adiwiyata, Eco Pesantren, dan memperbanyak biopori. Kami juga mengaktifkan bank sampah dan budidaya maggot di masyarakat,” papar Nurkholis.
Kedua, terkait alih fungsi lahan, Nurkholis menyebutkan bahwa pesatnya pembangunan perumahan mengurangi luas lahan pertanian. Pemkot Probolinggo telah menetapkan kebijakan ruang terbuka hijau perkotaan sebesar 30 persen. Mereka juga menggerakkan penanaman seribu pohon mangga, tabulampot, dan mengelola wisata Hutan Mangrove. Untuk menjaga dan mengendalikan harga bahan pokok, mereka memiliki Warung TPID dan Kopi Siaga.
“Kami menetapkan kebijakan RTHKP sebesar 30 persen dan memperluas kawasan hijau dengan penanaman seribu pohon mangga, tabulampot, dan pengelolaan wisata Hutan Mangrove,” jelasnya.
Terakhir, mengenai peningkatan kualitas air, Nurkholis menyoroti bahwa limbah domestik rumah tangga telah menyebabkan penurunan kualitas air dan pencemaran sungai. Hasil uji menunjukkan air di Kota Probolinggo tercemar ringan. Solusinya adalah pembangunan IPAL Komunal, program Arisan Jamban, serta pembentukan Detektif Kecil Sungai dan Komunitas Difabel Peduli Sungai (Pak De Sun).
“Kualitas air di Kota Probolinggo tercemar ringan. Solusinya adalah pembangunan IPAL Komunal, Arisan Jamban, serta membentuk Detektif Kecil Sungai dan Komunitas Difabel Peduli Sungai (Pak De Sun),” terang Nurkholis.
Dari sekian banyak program inovasi lingkungan, yang paling fenomenal adalah SI MAK NGEBOR (Gerakan Arisan untuk Perbanyak Biopori) di setiap kelurahan, SI INOL AJA (Sistem Layanan Arisan Jamban), dan Pelita Si Abah (Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan). Program-program ini telah berjalan beberapa tahun dan memberikan dampak besar bagi masyarakat serta lingkungan di Kota Probolinggo.
Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) untuk kepala daerah yang berhasil melakukan inovasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Menurut Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari, dari tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk tahap wawancara, salah satunya adalah Kota Probolinggo.
“Penilaian pertama adalah penyerahan Dokumen Informasi Kinerja Lingkungan Hidup Daerah. Setelah lolos, kami berkesempatan mengikuti wawancara. Mewakili Jawa Timur, hanya tujuh daerah yang ikut dalam paparan ini. Semoga tahun ini Kota Probolinggo kembali meraih penghargaan Nirwasita Tantra,” harap Retno Wandansari.
Reporter : Sayful
Narasumber : Kominfo Kota
