Probolinggo, Patrolipos
Gelaran Semipro yang memasuki hari ke-4 pada Senin (1/7) di Alun-alun tetap menjadi magnet hiburan bagi masyarakat. Pengunjung terlihat berlalu lalang, mencari celah jalan untuk menyalip atau bahkan berhenti di stan-stan yang menarik perhatian.
Di antara keramaian, salah satu stan terlihat sangat ramai pengunjung. Stan milik Jenny (25) ini menjual aneka pakaian bekas seperti hoodie, jaket, kaos, celana panjang jins, training, vest, dan sweater. Dalam Semipro kali ini, Jenny menyewa dua stan yang dijadikan satu, mampu menjual empat hoodie dengan harga Rp 400 ribu per buahnya.

“Alhamdulillah, sudah balik dari harga sewa. Saya kan sewa dua stan ini Rp 3 juta, Alhamdulillah dari empat hari ini sudah balik modal. Alhamdulillah banget,” ujar Jenny dengan wajah sumringah.
Jenny mengungkapkan bahwa omzet per harinya bisa mencapai Rp 2 juta. Usaha yang ia rintis bersama suaminya ini memang menyediakan aneka jaket di toko mereka di Jalan Raya Bromo.
“Apalagi di toko (rumah saya) karena orang Bromo membutuhkan jaket. Probolinggo kan ikonnya Bromo yang butuh jaket. Jadi orang Bromo rata-rata ngambilnya ke kita, apalagi dia jual lagi di Bromo. Jadi orang sana kalau turun ngambilnya ke kita ini dan sebaliknya orang Probolinggo itu butuh kalau mau ke atas (Gunung Bromo),” jelasnya.
Barang dagangan Jenny didapat dari luar daerah seperti Bandung, Jakarta, hingga Bali. Ia pun selalu ikut meramaikan gelaran yang diselenggarakan Pemkot Probolinggo.
“Sering kok saya ikut Semipro, HadiPro, bahkan kalau Minggu kita buka Pasar Minggu di sini. Semoga UMKM di Kota Probolinggo semakin maju karena dengan adanya Semipro bisa memperkenalkan UMKM yang ada di kota ini dan semoga sering-sering ada acara seperti ini,” harap Jenny.
Tidak hanya Jenny, penjual pakaian lainnya juga merasakan peruntungan serupa. Bagus (24) yang menjual aneka jersey olahraga di stannya, langsung diserbu oleh Galuh (24), warga Sukapura, yang datang bersama istrinya. Galuh membeli beberapa jersey voli yang dibandrol Rp 100 ribu untuk tiga buah, celana pendek seharga Rp 40 ribu per empat buah, dan sebuah sepatu olahraga seharga Rp 350 ribu.
“Untuk memenuhi kebutuhan voli, di sini harganya terjangkau karena di Sukapura tidak ada yang menjual seperti ini. Selain saya turun (perjalanan ke kota), saya juga beli online yang lumayan mahal tapi sayangnya banyak tidak sesuai dengan harapan. Tergantung keberuntungan beli online, kadang sesuai dan banyak tidak sesuainya,” ujar atlet yang tergabung dalam Club Porsa (Persatuan Olahraga Voli Sukapura).
Galuh mengaku sering berburu jersey olahraga guna menunjang aktivitasnya yang pernah memenangkan Open Tournament Voli Cup di Sukapura. “Harapannya ke depan Semipro ini semakin meriah, lebih lengkap lagi jualannya, lebih ramai dan maju,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Yuli Budiastuti menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme pelaku usaha yang ikut memeriahkan event tahunan ini. “Sesuai dengan temanya, melalui seni budaya kita pacu kreativitas dan daya saing perekonomian. Berarti antusias masyarakat menghabiskan uangnya sangat tinggi juga, buktinya saja alhamdulillah sudah balik modal berarti sesuai dan tepat dengan tema Semipro 2024,” ujarnya.
Acara Semipro juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan di panggung utama seperti Tarian Sorote Lintang (SMPN 4), Gerak dan Lagu (SMPN 5), Seni Hadrah (SMAN 3), Tari Indang Dindin Badindin (SMPN 2), Safira Azzahra (Syaibani), Tari Wonderland (SMAS Nurul Hidayah), dan Live Perform Music Religi (Fahmi Al Maliki).
Reporter : Sayful
Narasumber : Kominfo Kota
